Strategi militer Muhammad


“Berperanglah kalian atas nama Allah, di jalan Allah, melawan orang orang kafir kepada Allah. Jangan berkhianat, jangan mencincang, jangan membunuh anak anak, perembuan, orang yang sudah tua renta, dan dan orang orang yang menyendiri di biara nasrani, jangan menebang pohon kurma dan pohon apapun, dan jangan merobohkan bangunan”  (HR Muslim)

Advertisements

My Daily routine


Salam untuk seluruh sahabat terbaikku, ada rasa rindu yang sangat dalam aku rasakan untuk berbagi dengan  kalian semua. beberapa waktu ini saya jarang menjenguk blog ini, berhubungan aktifitas  mengajar, kerja laporan yang cukup intens. Namun demikian selalu aku merasa ada hal yang harus aku bagi dengan  sahabat sekalian.  Pengalamam spiritual sebagai hamba Allah, swt. yang tak  pernah kering untuk dibagi, tentu sebuah   story yang mengasyikkan.

Akhir akhir ini  saya sedang   menyelesaikan amanah mengajar di  jenjang  Sarjana, Magister dan program   Doktoral. Tentu ini aktifitas yang sangat mengasyikkan, setiap hari bertemu dengan  berbagai karakter yang  begitu haus akan ilmu pengetahuan, sangat rutin  memberi kuliah, diskusi tugas,  penulisan laporan penelitian, presentase, dan mengikuti International conference. Untuk tahun ini saya berkesempatan untuk mengikuti dua event International konference untuk membawakan oral presentase. Pertama di Malaysia dengan program International Conference of Epidemiology  yang dilaksanakan  beberapa bulan yang lalu, dan pada 13-18 Oktober 2012  di  Colombo, Srilangka. Program seperti ini menjadi ajang untuk membagi pengetahuan  dan pengalaman dengan  scientist dari berbagai negara.

Sahabatku, aku merasakan begitu nikmat Allah, swt  yang luar biasa telah dilimpahkan bagiku, nikmat iman, kesehatan, keluarga,  dan masih banyak yang lainnya, yang tentu tidak terhitung banyaknya. Untuk itu, bagiku tiada kata yang paling pantas  kuucapkan adalah Puji syukur ke hadirat Mu, serta salam dan taslim senantiasa kepada junjungan nabiyullah Muhammad saw. yang telah mengantarkan  nikmat iman dan Islam ini sehingga bisa sampai kepada kita semua. Aku yakin bahwa bila seorang hamba menyukuri nikmatNya maka  Allah akan menamba nikmat tersebut tak terkira dan dari sumber yang tak disangka-sangka. Untuk itu semua bentuk kesyukuranku adalah kepersembahkan sujud syukurku setiap saat dan melafaskan namamu di setiap relung sanubariku, setiap helaan nafasku terucap   namu Ya Allah.   Yaa Allah Yaa rabbi Semoga aku dijauhkan dari sikap takabur atas nikmatmu dan sikap sombong. Lindungilah aku dan keluargaku dari hal hal yang kurang baik. limpahkanlah karuniamu dan berkahilah hidup kami, dan hidup seluruh sahabat-sahabat terbaikku.

Kiranya demikian untuk sementara

RA

Makassar 9 okt 2012

Stranded the end of October 2011.


Sahabatku..

Akhir bulan Oktober 2011, maskapai spirit of Australia “Qantas” mengkandangkan seluruh pesawat yang dia miliki di lebih 20 lokasi di seluruh dunia, dan itu berdampak luar biasa bagi ekonomi, pariwisata dan berbagai kegiatan lainnya, pemandangan dibandara sangat menyedihakn, penumpan terlantar, kelaparan, stress, dan bingun. Pihak Qantas tidak mampu menahan gempuran tiga serikat kerja, pilot, angkutan darat, dan pekerja di bandara. Semua ini berawal dari, keinginan ‘Qantas” untuk mengurangi jumlah karyawannya lebih 1000 orang, dan akan melakukan outsourcing  karyawan.

Keresahan seluruh pekerja “Qantas” semakin menjadi-jadi sampai puncaknya di akhir oktober (29/1002011), pihak manajement Qantas meng ‘ground’ kan seluruh armadanya, dan kepanikan pun menjalar keseluruh penjuruh. berbagai pihak mulai saling menyalahkan, dari manajemen penerbangan ;’ tentu dia menyalahkan demonstrasi tenaga kerja secara intens  2 bulan terakhir, dan rupanya  “Qantas” merespon dengan menutup seluruh penerbangannya di seluruh dunia.

Ini menjadi menarik bagi saya pribadi karena pada periode kritis itu, keluarga saya; isteri dan  anak saya ada dalam jadwal penerbangan 30-31 oktober menuju Australia. Setelah dilanda panik seharian di Jakarta, tentang pembatalan keberangkatan; titik cerah mulai muncul, pihak qantas menelpon bahwa, penerbangan ibu di alihkan ke garuda, menuju Singapura, kemudian dilanjutkan dengan Etihad Ke Brisbane , dan Insya Tiba di Brisbane pada tanggal 31 Oktober 2011. waktu tulisan ini dibuat, mereka masih sementara  dalam penerbangan ke Singapura.

Besok, Insya Allah akan tiba di Bandara Brisbane. Pelajaran singkat dari hal ini adalah bahwa, terdapat begitu banyak hal diluar kendali kita, karena itu, tiada tempat untuk bersandar kecuali pada Kuasa Allah Semata. Dialah yang telah mengatur jalannya tatasurya, siklus musim, sampai pada unsur  terkecil dari kehidupan.

Hal yang bisa kita lakukan adalah, berfikir rasional, mencermati perkembangan, bersabar dan senantiasa berdoa bahwa semua hal yang terjadi ini adalah sudah digariskan adanya. Karena itu, Yah Allah, kepasrahan penuh ada padamu, untuk seluruh kebaikan, semoga engkau berkenan. Amin ya rabbal Alamin.

 

R.A.

BNE; 30 oct 11.

 

Kearifan Kehidupan


Kearifan kehidupan

Seiring berjalannya waktu, pengalaman akan membentuk seseorang menjadi sosok yang  berkarakter. Kemampuan mengelola masalah  menempah seseorang  menjadi pribadi yang sangat bijak. Begitu harapan setiap orang terdidik, namun pada situasi yang berbeda pengalaman hidup tidak memberi pelajaran kearifan kepada yang lain, terkadang aturan aturan tentang fairness, harus berlaku pada orang lain saja, tapi pada saat yang bersamaan seseorang  menggunakan standar ganda tentang  keadilan, kejujuran dan hal-hal baik yang lain. Karena kejujuran, keadilan ternyata  memang pahit, memberi gejolak dan gelorah keserakahan.

Kearifan tentang kehidupan ini saya goreskan kembali untuk berbagi dengan sahabat-sahabat terbaik,  bahwa meski kiamat akan datang besok, jangan pernah berhenti untuk menabur kebaikan, bila kebiasaan  yang baik yang senantiasa dilakukan, maka kebaikan-kebaikan itu juga akan kembali kepada  dirimu.  Begitu pula sebaliknya, siapa yang menabur kebiasaan buruk akan menuai badai. Sudah begitu banyak  fakta disekitar kita, sehingga belajarlah dari hal-hal yang  baik, amalkan dan nikmati hasilnya.  Menikmati  hidup adalah menghargai setiap waktu yang telah di sediakan  dengan  berbuat kebajikan; belajar, menolong orang lain, jujur pada diri sendiri, orang lain dan tentu jujur pada sang Khalik.

Menikmati hidup bukan berarti sibuk mengurus diri sendiri, tetapi memberi manfaat seluas-luasnya  kepada alam.   Menjadi penyubur kehidupan, karena  kehidupan yang kita nikmati ini adalah kebaikan-kebaikan yang telah ditanam oleh orang-orang baik sebelum kita. Karena itu kalau kamu berbuat kebaikan hari ini, mungkin ada baiknya tidaklah menharap bahwa  padi yang kau tanam hari ini kamu akan panen besok, kalau itu yang terfikirkan; ibaratlah pak tani yang menggarap sawahnya, menanami padi dan menunggu  3 bulan kemudian dia akan panen. Seorang arif, akan senantiasa menanam kabaikan untuk kehidupan, sebagai wujud suka citanya dan terimaksihnya kepada sang Khalik.

Kalau kamu merasa terdidik, kemudian kebaikan yang kamu lakukan hari ini harus kamu dapatkan imbalannya 3 bulan kemudian; jadi, apa bedanya kamu dengan seorang pak tani??? Berhentilah berfikir seperti itu, sekarang bangunlah kosep baru kehidupanmu, petakan dekade kehidupanmu, mendaki terus menuju puncak kesuksesanmu, berpetualan dalam kebaikan dan menghargai kehidupan. Ukurlah bila sesuatu tidak adil menurut batinmu, mungkin kamu telah menganiaya seseorang, jadi bangunlah kepekaan sosial kamu, sehingga   dunia ini menjadi tempat yang indah dimana pun kamu berada. Berhentilah untuk sibuk memikirkan sumber kekayaan orang lain, karena tidak pernah tertukar rezeki kamu dengan siapapun.

Setiap insan telah lahir dengan kodratnya; semua harus berusaha mengikuti kodratnya, karena ternyata semut hitam yang ada di dalam batu hitam di tengah malam sekalipun Tuhan telah menyiapkan rezekinya. Karena itu kebaikan-kebaiakan yang dibiasakan; ketukan hati, pikiran, sikap, tindakan adalah iramah kehidupan  untuk melancarkan rezeki itu. Begitu hukum siklus kehidupan, jangan pernah menyumbat aliran kehidupan, karena bila itu kamu lakukan, yakinlah kamu sedang menyumbat aliran kehidupanmu sendiri.

R.A.

Unipark Brisbane

22 oct 2011

Tujuan Kehidupan


Tulisan ini diinspirasi dari perenungan beberapa minggu dalam long tour di Australia, bergantinya hari demi hari, berputarnya siang dan malam, adalah sebuah sunnatullah. tersedianya sumber sumber kehidupan juga adalah sunnatullah. Begitu luar biasanya kehidupan ini, sehingga sering sekali kita mendengar ayat; maka nikmat tuhanmu yang mana lagi engkau ingkari.

Sungguh sebuah kerugian, bila berputarnya hari, siang dan malam, berlalu hanya sebagai sebuah peristiwa yang tercatat di kalender harian. Semestinya, hari hari yang berlalu ini diisi dengan berbagai aktifitas yang tentu harus memberi manfaat yang seluas-luasnya bagi kehidupan.

Seorang guru sejatinya mengajari murid-muridnya dengan sepenuh hati, sebagai bentuk terima kasihnya pada penciptanya, seorang siswa tentu belajar dengan giat adalah bentuk terima kasihnya kepada yang Maha Kuasa, seorang pedagang di pasar sejatinya melayani pembeli dengan sepenuh hati. Setiap interaksi kehidupan, sejatinya adalah bentuk kesyukuran yang sangat dalam pada sang Khalik.
Kehidupan seharusnya di hargai, dijunjung dan di nimati, bukan menjadikan kehidupan ini sebagai beban karena bila itu yang terlahir, sungguh sangat meruginya kita dilahirkan dan sangat tersiksanya hari demi hari yang dilewati.

Memberi pelayanan terbaik kepada orang lain, adalah bentuk penghormatan yang sangat luhur bagi diri sendiri, melayani dengan senyum, bertutur kata yang menyenangkan, bertindak tanduk yang sopan, sungguh sangat mulia dan tentu betapa nikmatnya hidup ini.

Kutulis ini dengan sepenuh hati untuk menbagi kebahagian diantara sahabat sahabatku. Bahwa hari ini saya sangat bahagia, menjalani hidup dengan penuh gairah, berterima kasih kepada sang khalik setiap tarikan nafasku, membantu teman, melayani mahasiswa, membimbing putra-putriku, berbagi cerita dengan keluarga, serta merampungkan tugas-tugas kantor dengan penuh tanggung jawab, sungguh merupakan hari-hari yang luar biasa.

Kiranya demikian goresan hari ini.

University Park
Griffith University
Brisbane Australia
21 Oct. 2011