Transisi penyakit dan JKN


Tanya Jawab Transisi penyakit dan JKN
1) Apa dampak Transisi Penyakit pada JKN?
Jawab:
Konsekuensi dari transisi penyakit di Indonesia adalah beban dari pemeliharaan kesehatan masyarakat yang optimal harus dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang berkualitas serta didukung dengan kemajuan teknologi dibidang kesehatan akan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam usaha mencegah, mengobati, dan merehabilitasi suatu penyakit ini berarti harus ada perubahan terstandar dalam menjamin kualitas pelayanan yang memadai. Sistem Jaminan Kesehatan Nasional mensyaratkan pemeriksaan berjenjang bagi peserta. Dengan adanya transisi penyakit yang semakin cepat maka akan berdampak pada sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dituntut agar adanya sosialisasi dalam membuat strategi perubahan paradigma berobat di masyarakat. Karena belum terbiasa, banyak peserta merasa sistem rujukan menyusahkan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan perlu menyiapkan masa transisi agar masyarakat siap.

2) Apa dampak 5 level prevention pada JKN?
Jawab :
1. Health promotion
Health promotion (promosi kesehatan) merupakan pencegahan tingkat pertama atau primary prevention dalam upaya peningkatan status kesehatan. JKN merupakan upaya pemerintah dalam mensejahterakan kehidupan dan kesehatan masyarakat menjadi lebih setara. Dengan adanya health promotion atau promosi kesehatan pada JKN maka akan memberi dampak positif terhadap pengenalan awal JKN kepada masyarakat melalui sosialisasi dan penyuluhan; beban kerja yang di topang oleh JKN akan semakin ringan; dan akan berdampak pada perbaikan serta peningkatan sistem pelayanan kesehatan JKN untuk masyarakat.
2. Specific Protection
Dengan adanya pencegahan khusus terhadap suatu penyakit dari awalnya, maka akan memberikan dampak yang baik pada JKN, dimana pencegahan dari penyakit-penyakit yang sudah termasuk dan terdaftar dalam Jaminan Kesehatan dapat ditekan dengan pencegahan khusus yang lebih spesfik sebelum menuju ke penyakit yang lebih berat atau lebih parah. Ini akan menghindarkan JKN mengeluarkan biaya pengobatan, perawatan yang lebih tinggi.

3. Early diagnosis and Promt treatment
Diagnosis awal dan pengobatan Tepat, Pada tahap ini sebenarnya adalah bagian JKN dimana saat seorang telah mendaftarkan dirinya sebagai peserta akan dipastikan mendapatkan pelayanan yang berbasis diagnosis awal dan pengobatan yang tepat saat peserta sakit. Pendiagnosaan awal pada JKN memberikan dampak yang signifikan dimana saat pendiagnosaan awal penyakit salah atau kurang tepat pelaksanaannya maka akan mempengaruhi pengobatan apa yang tepat untuk diberikan kepada pasien dan ini secara langsung juga berdampak pada struktur program kerja dan tidak sesuai dengan jaminan standar pelayanan .
4. Disability Limitation (Pembatasan Kecacatan)
Tahap pencegahan ini merupakan tahap yang berdampak besar terhadap JKN, dimana pembatasan kecacatan kelompok targetnya adalah pasien atau kondisi perorangan. Yang merupakan manfaat dari JKN. Dengan adanya tahap pencegahan pembatasan kecacatan, maka JKN telah memberikan benefit yang luar biasa bagi peserta JKN, namun dilihat lagi dari bagaimana pembatasan kecacatan yang diatur oleh JKN, namun hal tersebut tidak menjadi masalah jika sudah tercapai standar pelayanan untuk membatasi kecactatan perseorangan.
5. Rehabilitation (Rehabilitasi)
Tahap rehabilitasi tidak memiliki dampak yang berpengaruh terhadap JKN karena disaat pasien sakit/ cacat tidak termasuk dalam jaminan kesehatan. Namun ada undang-undang lain yang mengatur masalah kecacatan tersendiri. Tapi apabila dimasukkan maka iuran tambahan biaya dalam pengurusan tentang jaminan kesehatan peserta dalam hal ini perspektif sembuh tapi cacat pasti akan menambah dan membuat biaya atau iuran akan semakin meningkat dan itu di luar tanggungan JKN.

3) Bagaimana transisi epidemiologi di Indonesia?
Jawab:
Seiring dengan tingkat perkembangan pola kehidupan (tingkat kesejahteraan) di Indonesia, pola penyakit mengalami transisi epidemiologi, dengan ditandai beralihnya penyebab kematian yang semula didominasi oleh penyakit menular bergeser ke penyakit tidak menular. Sekaligus juga menghadapi penyakit-penyakit yang muncul kembali seperti HIV/AIDS, TB dan Malaria.
Perubahan pola penyakit ini sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan, perubahan perilaku, transisi demografi, sosial ekonomi dan sosial budaya. Dengan demikian Pembangunan bidang kesehatan saat ini dihadapkan pada Triple Burden Disease (Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular dan Re-emerging diseases).
Penyakit tidak menular meningkat drastis sementara penyakit menular masih menjadi penyebab penyakit yang utama. Gangguan jantung dan pembuluh darah seringkali bermula dari hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Selain itu, hipertensi yang merupakan suatu kelainan vaskuler awal, dapat menyebabkan gangguan ginjal, merusak kerja mata, dan menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak sehingga dapat menghambat pemanfaatan kemampuan intelegensia secara maksimal.
Penyakit kardiovaskuler (jantung) menjadi penyebab dari 30% kematian di Jawa dan Bali dan bahkan beberapa daerah di wilayah Republik Indonesia. Di Indonesia juga berada diantara 10 negara di dunia dengan penderita diabetes terbesar. Namun, disaat bersamaan penyakit menular dan bersifat parasit menjadi penyebab dari sekitar 22 % kematian di Indonesia. Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan negara tetangga. Satu dari dua puluh anak meninggal sebelum mencapai usia lima tahun dan seorang ibu meninggal akibat proses melahirkan dari setiap 325 kelahiran hidup. Perubahan yang diiringi semakin kompleksnya pola penyakit merupakan tantangan terbesar bagi sistem kesehatan di Indonesia.
Di antara tahap shaft rock dan tahap hard rock terdapat tahap intermediate rock. Banyak propinsi di Indonesia, dan Indonesia secara keseluruhan, kini berada pada tahap lntermediate rock. Di tahap ini, penyebab kematian merupakan gabungan penyakit menular dan penyakit degeneratif, kelainan jiwa, serta kecelakaan.
Gangguan jantung dan pembuluh darah seringkali bermula dari hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Selain itu, hipertensi yang merupakan suatu kelainan vaskuler awal, dapat menyebabkan gangguan ginjal, merusak kerja mata, dan menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak sehingga dapat menghambat pemanfaatan kemampuan intelegensia secara maksimal.

4) Apa strategi yang harus dilakukan untuk mengendalikan Transisi Penyakit di Indonesia?
Jawab :
1. Menggerakkan dan Memberdayakan Masyarakat Untuk Hidup Sehat.
Sasaran utama strategi ini adalah seluruh desa danperkotaan menjadi desa siaga, seluruh masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat serta seluruh keluarga sadar gizi.
2. Meningkatkan Akses Masyarakat Tehadap Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas.
Sasaran utama strategi ini adalah ; Setiap orang miskin mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu; setipa bayi, anak, dan kelompok masyarakat risiko tinggi terlindungi dari penyakit; di setiap desa tersedia SDM kesehatan yang kompeten; di setiap desa tersedia cukup obat esensial dan alat kesehatan dasar; setiap Puskesmas dan jaringannya dapat menjangkau dan dijangkau seluruh masyarakat di wilayah kerjanya; pelayanan kesehatan di setiap rumah sakit, Puskesmas dan jaringannya memenuhi standar mutu.
3. Meningkatkan Sistem Surveillans, Monitoring Dan Informasi Kesehatan.
Sasaran utama dari strategi ini adalah : setiap kejadian penyakit terlaporkan secara cepat kepada desa/lurah untuk kemudian diteruskan ke instansi kesehatan terdekat; setiap kejadian luar biasa (KLB) dan wabah penyakit tertanggulangi secara cepat dan tepat sehingga tidak menimbulkan dampak kesehatan masyarakat; semua ketersediaan farmasi, makanan dan perbekalan kesehatan memenuhi syarat; terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatan; dan berfungsinya sistem informasi kesehatan yang evidence based di seluruh Indonesia.
4. Meningkatkan Pembiayaan Kesehatan.
Sasaran utama dari strategi ini adalah : pembangunan kesehatan memperoleh prioritas penganggaran pemerintah pusat dan daerah; anggaran kesehatan pemerintah diutamakan untuk upaya pencegahan dan promosi kesehatan; dan terciptanya sistem jaminan pembiayaan kesehatan terutama bagi rakyat miskin.

Advertisements

One thought on “Transisi penyakit dan JKN

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s