Bagian II : Siklus Perencanaan Kesehatan


Bagian II : Siklus Perencanaan KesehatanBAB IPENDAHULUANDR. Ridwan Amiruddin, SKM.M.Kes

  1. LATAR BELAKANG

Perencanaan merupakan inti kegiatan manajemen, karena semua kegiatan manajemen diatur dan diarahkan oleh perencanaan tersebut. Dengan perencanaan tersebut memungkinkan para pengambil keputusan atau manajer untuk menggunakan sumber daya mereka secara berhasil guna dan berdaya gunaUntuk mendukung keberhasilan pembaharuan kebijakan pembangunan, telah disusun system kesehatan nasional yang baru yang mampu menjawab dan merespon berbagai tantangan pembangunan kesehatan masa kini maupun untuk masa mendatang. Penyelenggaraan system kesehatan dituangkan dalam berbagai program kesehatan melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian serta pertanggung jawaban secara sistematis, berjenjang dan berkelanjutan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-N) tahun 2004-2009, telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden No. 7 tahun 2005. Pembangunan kesehatan yang merupakan bagian integral dari pembangunan Sumber Daya Manusia tercantum dalam Bab 28 RPJM-N, berisikan : masalah kesehatan yang dihadapi dan sasaran pembangunan kesehatan, kebijakan yang akan ditempuh, serta program-program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu
lima tahun sampai dengan tahun 2009.
Keberhasilan suatu kegiatan, seberapa besarnya, sangat tergantung pada perencanaan yang seksama artinya merencanakan segala sesuatunya sebelum mulai, memikirkan tindakan secara terus-menerus, mengubah rencana apabila perlu, dan menilai seberapa efektif kegiatan yang akan dilakukan. Pendekatan yang berkelanjutan yang dikenal dengan “siklus perencanaan program kesehatan”.Suatu program terdiri dari sekumpulan kegiatan yang dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Sehingga, banyak kelompok tidak membuat perencanaan, karena mereka khawatir akan terlalu rumit.(sumber Anonim, 2006. Gambaran Siklus Perencanaan http://www.kompas.com)Renstra Departemen Kesehatan merupakan dokumen perencanaan yang bersifat indikatif yang memuat program-program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan langsung oleh Departemen Kesehatan maupun dengan mendorong peran aktif masyarakat untuk kurun waktu tahun 2005-2009. Renstra Departemen Kesehatan telah dipergunakan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Departemen Kesehatan Tahun 2005 dan 2006.(sumber Anonim, 2006. Rencana Strategi Depkes http://www.depkes.com)Banyak kelompok tidak membuat perencanaan dengan alasan khawatir akan terlalu rumit. Jangan Takut!Merencanakan apa yang akan kita lakukan sangat penting.
 

 

8. Evaluasi

 

 


        7. Melakukan Program                                               1.Mengenali masalah
 

 


6. Rencana pemantauan evaluasi                                  2. Menilai kelebihan kita
 

 

       5. Siapkan rencana kerja dan anggaran                   3. Tetapkan apa yang ingin dicapai 

             4. Putuskan tindakan yang akan dilakukan 

Gambar 1. Siklus Perencanaan Program Kesehatan 

 

  1. TUJUAN

1. Tujuan utama kesehatan masyarakat baik dalam bidang preventif, kuratif maupun rehabilitatif ialah agar setiap warga masyrakat dapat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya baik jasmani, rohani maupun sosialnya serta diharapkan berumur panjang.2.  Untuk mencapai tujuan ini ada satu syarat yang sangat penting yaitu harus selalu ada pengertian, bantuan dan partisipasi dari masyrakat secara teratur dan terus menerus (health programes can be truelly effective only with the under standing, the support and the participation of the citizens).3.  Untuk perencanaan kesehatan perlu adanya siklus perencanaan kesehatan yang merupakan langkah-langkah yang sering digunakan dalam perencanaan program kesehatan yaitu ; problem solving cycle yang mana kesemuanya mengacu pada bagaimana tujuan itu sendiri tercapai. Dengan Adanya siklus perencanaan kesehatan diharapkan masalah-masalah kesehatan yang terjadi selama ini akan terselesaikan dengan baik.
BAB IIPEMBAHASAN 

A. BATASAN PERENCANAAN            Perencanaan kesehatan adalah sebuah proses untuk merumuskan masalah-masalah kesehatan yang berkembang di masyarakat, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia, menetapkan tujuan program yang paling pokok dan menyusun langkah-langkah praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan akan menjadi efektif jika perumusan masalah sudah dilakukan berdasarkan fakta-fakta dan bukan berdasarkan emosi atau angan-angan saja. Fakta-fakta diungkap dengan menggunakan data untuk menunjang perumusan masalah. Perencanaan juga merupakan proses pemilihan alternative tindakan yang terbaik untuk mencapai tujuan. Perencanaan juga merupakan suatu keputusan untuk mengerjakan sesuatu di masa akan datang, yaitu suatu tindakan yang diproyeksikan di masa yang akan datang. Salah satu tugas manajer yang terpenting di bidang perencanaan adalah menetapkan tujuan jangka panjang dan pendek organisasi berdasarkan analisis situasi di luar (eksternal) dan di dalam (internal) organisasi. (sumber Muninjaya,gde.2004. Manajemen Kesehatan : Jakarta)Analisis situasi dalam hal ini dilakukan untuk mengahsilkan rumusan tujuan (setting strategic and operational objectives) untuk arah pengembangan organisasi.Setelah tujuan straregis dan operasional dirumuskan, tim perencana kemudian merancang program pengembangan (program atau product design) yang dibutuhkan organisasi dalam hal ini di bidang kesehatan.Analisis situasi baik secara internal maupun eksternal yang digunakan dalam hal ini adalah analisa SWOT yang meliputi:1.      Strenght (Kekuatan)Adalah bagian dari analisa internal.Mengupas kekuatan organisasi yang dapat menjadi keunggulan di antara organisasi lain sejenis. Organisasi memiliki data dan perencanaan yang valid sebagai strategi penentuan pelaksanaan rencana. 

 

      2. Weakness (Kelemahan)Adalah bagian dari analisa internal. Mengupas kelemahan organisasi yang dapat menjadi hambatan di antara organisasi lain sejenis.3. Opportunity (Peluang) Adalah bagian dari analisa eksternal. Mengupas  keadaan eksternal yang dapat dipenuhi oleh organisasi dalam hal ini melihat peluang dari luar yang bisa dijadikan acuan dalam proses perencanaan.4. Threat ( Ancaman)Adalah bagian dari analisa eksternal. Mengupas  keadaan eksternal yang dapat  menjadi ancaman bagi kelangsungan organisasi.Dalam perencanaan kesehatan yang paling penting adalah yang menyangkut proses perencanaan (process of planning). Adapun yang dimaksud dengan proses perencanaan adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun suatu rencana.(sumber Amiruddin Ridwan, 2006. Epidemiologi Perencanaan dan Pelayanan Kesehatan :
Makassar)
 

B.    LANGKAH-LANGKAH PERENCANAANLangkah awal untuk menyusun perencanaan dapat dimulai dengan sebuah gagasan atau cita-cita yang terfokus pada situasi tertentu. Misalnya kematian bayi dan ibu di
Indonesia selama beberapa belas tahun masih tetap lebih tinggi dibandingkan Negara tetangga ASEAN. Perencanaan kesehatan dapat disusun dalam skala besar atau kecil tergantung besar kecilnya wilayah dan tanggung jawab organisasi. Misalnya perencanaan untuk menurunkan kematian bayi secara nasional adalah perencanaan dengan skala besar. Perencanaan yang dapat juga dilakukan dalam skala kecil yaitu untuk pengembangan PWS (pemantauan wilayah setempat) KIA atau posyandu di suatu desa di wilayah kerja Puskesmas. (sumber Muninjaya,gde.2004. Manajemen Kesehatan :
Jakarta)
Untuk bidang kesehatan, langkah yang sering digunakan dalam perencanaan program kesehatan adalah mengikuti prinsip lingkaran pemecahan masalah (problem solving cycle), secara umum tersusun sebagai berikut : 

 

  1. Melakukan Pengumpulan Data

Kegiatan pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data yang merupakan bagian dari upaya pemantauan dan evaluasi. Dimana data yang diperoleh yaitu dari pencatatan dan pengumpulan data baik dari kegiatan dalam gedung maupun luar gedung. Proses pengumpulan data untuk analisis situasi dapat dilakukan dengan 5 cara, baik langsung maupun tidak langsung :a.      Mendengarkan keluhan masyarakat melalui pengamatan langsung kelapangan. Data ini bersifat kualitatif dapat dipakai untuk mendukung (verifikasi) data kuantitatif yang sudah dikumpulkan.b.      Membahas langsung masalah kesehatan dan kebutuhan pelayanan kesehatan yang akan dikembangkan bersama tokoh-tokoh formal dan informal masyarakat setempat.c.      Membahas pelaksanaan program kesehatan masyrakat di lapangan, bersama para petugas lapangan kesehatan (bidan di desa), petugas sektor lain (PLKB, Staf Lapangan Pertanian, Guru, dsb) atau bersama dukun bersalin yang ada di wilayah kerja Puskesmas.d.      Membaca laporan kegiatan program kesehatan pada pusat-pusat pelayanan kesehatan di suatu wilayah.e.      Mempelajari peta wilayah, sensus penduduk, statistik kependudukan di Kecamatan, Laporan khusus, hasil survei, peraturan-peraturan atau petunjuk pelaksanaan (Juklak) program kesehatan dan laporan tahunan Puskesmas. (sumber Data adalah hasil dari suatu pengukuran atau pengamatan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni :a.      Jenis DataMenurut Blum (1976), jenis data kesehatan ada 4 macam yaitu data tentang perilaku (behavior), lingkungan (environment), pelayanan kesehatan (health service) dan keturunan (heredity). Dari keempat jenis data tersebut maka dapat diuraikan menjadi : 

 

1. Data Keadaan Lingkungan dan  geografis            Data ini dikaitkan dengan perkembangan penyakit atau masalah kesehatan yang diamati di masyrakat. Data lingkungan desa dan tempat-tempat umum di wilayah tersebut yang perlu dicatat adalah sekolah, pasar, tempat ibadah, sumber air dan mutu air minum yang digunakan oleh masyrakat, sistem pembuangan air limbah/sampah, jamban keluarga, genangan air permanen, dsb. Data ini dikaji untuk mengetahui keterkaitannya dengan perkembangan berbagai vektor dari penyakit yang sedang diamati di suatu wilayah.Data keadaan geografis misalnya tentang luas dan batas-batas  wilayah, keadaan tanah, keadaan iklim dan cuaca, keadaan flora dan keadaan fauna.                  2. Data pemerintahData yang dikumpulkan yaitu tentang bentuk pemerintahan, peraturan perundang-perundangan yang berlaku, anggaran pendapatan dan belanja kesehatan, serta mekanisme dan proses pengambilan keputusan.       3. Data kependudukan         Data yang perlu dihimpun yang ada kaitannya dengan penyakit yang sedang diamati adalah jumlah dan distribusi penduduk per wilayah, per jenis kelamin, dan per kelompok umur, dan tingkat kepadatan penduduknya. Vital statistik tentang kelahiran, kematian akibat penyakit tersebut, perpindahan penduduk ke daerah yang diamati yang mungkin dapat diduga sebagai pembawa ( career) bibit penyakit.      4. Data pendidikan   Data yang diperlukan antara lain tentang tingkat pendidikan penduduk serta fasilitas pendidikan yang tersedia.      5. Data pekerjaan dan mata pencaharian   Data mengenai macam pekerjaan dan mata pencaharian penduduk karena jenis pekerjaan cenderung mengakibatkan penyakit tertentu.  

 

      6. Data keadaan sosial budaya             Data ini meliputi pandangan, kebiasaan, larangan, dan anjuran yang ada kaitannya dengan bidang kesehatan termasuk masalah pengobatan tradisional yang semuanya dapat dipertimbangkan atau dimanfaatkan dalam merencanakan program kesehatan.      7. Data keadaan kesehatan   Secara umum data kesehatan dapat dibedakan atas 3, yaitu data yang menunjukkan status kesehatan penduduk, seperti angka kematian (umum, bayi, ibu dan penyakit tertentu), angka harapan hidup rata-rata, tingkat insidensi, angka kesakitan, dll, Data yang menunjukkan kesehatan lingkungan pemukiman, seperti porsentase penduduk yang mempunyai sumber air bersih, mempunyai jamban, mempunyai tempat sampah, mempunyai rumah sehat, dll, data yang menunjukkan jumlah fasilitas kesehatan, jumlah dokter, jumlah para medis, jumlah kunjungan, luas cakupan, dsb.

  1.  
    1. Sumber data

Sumber data secara umum dibagi atas 3 macam, yaitu primer misalnya wawancara langsung, sekunder misalnya laporan bulanan puskesmas dan tertier misalnya hasil publikasi badan-badan resmi seperti kantor Dinas Statistik, dinas kesehatan, dan kantor kabupaten.

  1.  
    1. Cara pengumpulan data

Cara mengumpulkan data ada 4 macam, yakni wawancara, pemeriksaan, pengamatan, serta peran serta, misalnya dalam bentuk penelitian epidemiologi.

  1.  Identifikasi Masalah

Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah sedemikian rupa sehingga jelas sifatnya yang dimilikinya. Cara pengolahan data dapat secara manual, mekanikal, serta elektrikal. Setelah data tersebut diolah kemudian disajikan dalam bentuk tabular, grafik dan secara tekstular, sehingga dari penyajian data tersebut dapat ditarik kesimpulan tentang berbagai masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Namun sumber masalah kesehatan masyarakat dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain ; laporan-laporan kegiatan dari program kesehatan yang ada, survailance epidemiologi atau pemantauan penyebaran penyakit, survei kesehatan yang khusus diadakan untuk memperoleh masukan perencanaan kesehatan, dan hasil kunjungan lapangan supervisi, dsb.

  1. Menetapkan Prioritas Masalah

Menetapkan prioritas masalah merupakan suatu proses yang melibatkan sekelompok orang dengan mempergunakan metode tertentu dengan tujuan mengurutkan masalah yang ada menurut tingkat kepentingannya. Penetapan prioritas masalah dinilai oleh sebagian besar manajer sebagai inti proses perencanaan. Langkah yang mengarah pada titik ini, dapat dikatakan sebagai suatu persiapan untuk keputusan penting dalam penetapan prioritas. Selain prioritas ditetapkan, langkah berikutnya dapat dikatakan merupakan gerakan progresif menuju pelaksanaan. (Reinke, 1994). Dalam menentukan prioritas masalah ada beberapa cara yang sering dipergunakan yaitu cara Bryant, cara ekenometrik, metode Delbeq dan metode Hanlon. Untuk menyusun prioritas masalah ada beberapa indikator yang sering dipergunakan yaitu :a.      Severity yaitu berat tingginya masalah yang dihadapi, serta seberapa jauh akibat yang ditimbulkan oleh masalah tersebut.b.      Prevalence, jumlah suatu masyarakat yang terkena masalah, semakin besar maka semakin harus diprioritaskan.c.      Rate of increase yaitu jumlah kenaikan angka penyakit dalam periode waktu tertentu.d.      Degree of unmeet need yaitu adanya keinginan/dorongan besar dari masyarakat agar masalah tersebut dapat segera diselesaikan.e.      Social Benefit, sejauh mana keuntungan sosial yang diperoleh dari penyelesaian masalah tersebut.f.        Public concern, menyangkut besarnya keprihatinan masyarakat terhadap suatu masalah.g.      Technical feasibility, ketersediaan teknologi dalam mengatasi suatu masalah.h.     Resource availability, menyangkut ketersediaan sumber daya yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.i.        Political climate, besarnya dukungan politik dari pemerintah sangat menentukan besarnya keberhasilan penyelesaian masalah.Dari sekian banyak masalah yang ada, tidak semua dapat diselesaikan karena :

  1.  
    1. Antar masalah mungkin terdapat keterkaitan yang perlu diselesaikan hanya masalah pokok.
    2. Kemampuan yang dimiliki oleh organisasi selalu bersifat terbatas.

Untuk itu perlu memilih prioritas masalah, dengan cara memakai kriteria yang dituangkan dalam bentuk matriks (Criteria Matrix Tecnique). Kriteria yang dapat dipergunakan dapat dibedakan atas :1.      Pentingnya MasalahMakin penting (importancy) masalah tersebut, makin diprioritaskan penyelesaiannya. Ukuran pentingnya masalah antara lain : besarnya masalah (prevalence), akibat yang ditimbulkan oleh masalah (severity), kenaikan besarnya masalah (rate of  increase), derajat keinginan masyarakat yang tidak terpenuhi (degre of unmeet need), keuntungan sosial karena selesainya masalah (social benefit), rasa prihatin masyarakat terhadap masalah (public concern), suasana politik (political climate).2.      Kelayakan Teknologi (Technical Feseability), kelayakan teknologi yang dimaksud adalah menunjuk pada penguasaan ilmu dan teknologi yang sesuai, namun jika indikator-indikator tersebut tidak dipunyai maka penentuan prioritas masalah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu delphi teknik dan belbeq teknik.

  1. Menyusun Alternatif Jalan Keluar

Untuk menyusun alternatif jalan keluar, digunakan berpikir kreatif (creative thinking). Salah satu tehnik berpikir kreatif  diantaranya dikenal dengan teknik analogi atau populer dengan sebutan “Synectic Tecnhnique”. Jika dengan teknik berfikir kreatif masih belum dapat dihasilkan alternatif jalan keluar dapat ditempuh langkah-langkah sbb : 

  1.  
    1. Menentukan berbagai penyebab masalah
    2. Untuk menetukan penyebab masalah, dilakukan curah pendapat (Brain Storming) dengan membahas data yang telah dikumpulkan. Dapat digunakan alat bantu diagram hubungan sebab akibat (cause-effect diagram) atau populer pula dengan sebutan diagram tulang ikan (fish bone diagram).

Untuk penyebab penyakit, perlu diketahui penyebab tunggal atau multipel. Untuk menetapkan apakah sebuah organisme hidup spesifik menyebabkan penyakit tertentu, maka harus memenuhi kriteria-kriteria ini (Henle & Koch), yaitu ; organisme harus ada dalam setiap kasus penyakit, organisme itu harus dapat diidilasi dan ditumbuhkan didalam kultur murni, organisme itu harus menyebabkan penyakit tertentu saat diinokulasi kedalam seekor hewan yang rentan dan organisme itu selanjutnya harus dapat ditemukan dari hewan tersebut dan diidentifikasi. Ada 4 faktor-faktor yang memegang peranan penting sebagai penyebab penyakit yaitu :1.      Faktor predisposisi, misalnya umur, jenis kelamin dan penyakit terakhir yang diidap. 2.      Faktor yang memungkinkan, misalnya pendapatan rendah, gizi buruk, perumahan yang kumuh dan perawatan medis yang tidak edukat yang memungkinkan mendorong kearah terjadinya pengembangan penyakit.3.      Faktor-faktor pencetus, misalnya paparan terhadap agent penyakit yang spesifik atau agent beracun yang mungkin berasosiasi dengan terjadinya penyakit atau keadaan tertentu.4.      Faktor-faktor pemberat, misalnya pengulangan paparan dan kerja keras yang tidak beraturan sehingga dapat mendorong kearah terjadinya suatu penyakit yang tertentu atau keadaan yang tertentu pula. (sumber Amiruddin Ridwan, 2006. Epidemiologi Perencanaan dan Pelayanan   Kesehatan : Makassar) 

 

  1. Memilih Prioritas Jalan Keluar

Menetapkan prioritas jalan keluar dari berbagai alternatif yang tersedia tidaklah mudah. Berbagai macam alternatif yang tersedia haruslah dianalisis secara seksama sebelum keputusan terhadap alternatif yang terpilih diambil. Analisis terhadap alternatif yang tersedia sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini :

  1.  
    1. Terdapat relevansi antara hasil alternatif dengan tujuan pemecahan masalah yang dilakukan artinya dapat membantu mengurangi atau mengatasi masalah yang ada.
    2. Efektifitas
    3. Relatif cost, dalam hal ini berapa besar biaya dari masing-masing alternatif, pilihlah alternatif dengan biaya relatif murah namun tidak mengurangi efektifitasnya.
    4. Technical feasibility, apakah secara teknik suatu alternative dapat dijalankan.
    5. Ketersediaan sumber daya untuk menjalankan alternative yang dipilih.
    6. Keuntungan yang dimiliki oleh suatu alternative dibandingkan dengan alternative lainnya.
    7. Kerugian yang mungkin timbul akibat pemilihan suatu alternative.

Untuk memilih prioritas jalan keluar, dapat memakai teknik kriteria matriks.
Ada 2 kriteria yang lazim dipergunakan yaitu ;
a.      Efektivitas Jalan KeluarPrioritas jalan keluar adalah nilai efektifitasnya paling tinggi. Untuk menentukan efektifitas  jalan keluar, dipergunakan kriteria tambahan seperti ; besarnya masalah yang dapat diselesaikan (magnitude), pentingnya jalan keluar (importancy), sensitivitas jalan keluar (vulnerability).b.      Efisiensi jalan keluarNilai efisien ini biasanya dikaitkan dengan biaya (cost) yang diperlukan untuk melaksanakan jalan keluar. Untuk mengukur nilai prioritas (P) untuk setiap alternative jalan keluar dengan membagi hasil perkalian nilai M (Magnitude) x I (Importancy) x V (Vulnirelability) dengan nilai C. Jalan keluar dengan nilai P tertinggi adalah prioritas jalan keluar terpilih. (sumber Amiruddin Ridwan, 2006. Epidemiologi Perencanaan dan Pelayanan   Kesehatan :
Makassar)

  1. Melakukan Uji Lapangan

Uji lapangan ini dipandang penting karena sering ditemukan jalan keluar yang diatas kertas baik, ternyata sulit dilaksanakan. Tujuan uji lapangan yakni untuk menilai berbagai factor penopan dan factor penghambat yang kiranya akan ditemukan, apabila jalan keluar tersebut dilaksanakan. (sumber Amiruddin Ridwan, 2006. Epidemiologi Perencanaan dan Pelayanan   Kesehatan :
Makassar)

  1. Menyusun Rencana Kerja Selengkapnya

Menyusun rencana kerja dari prioritas jalan keluar secara lengkap yang terdiri dari:

  1.  
    1. Rumusan Misi

Suatu rencana yang baik harus mengandung rumusan tentang misi (mision formulation) yang dianut oleh organisasi yang menyusun rencana, antara lain berisi tentang latar belakang, cita-cita, tujuan pokok, serta ruang lingkup kegiatan oganisasi.

  1.  
    1. Rumusan Masalah

Suatu rencana yang baik harus mengandung tentang masalah (problem statement) yang ingin diselesaikan. Rumusan masalah tersebut harus memenuhi syarat:a)     Harus mempunyai tolak ukur, yaitu tentang apa masalahnya. Siapa yang terkena masalah, serta berapa besar masalahnya.b)     Bersifat netral, yaitu tidak mengandung uraian yang dapat diartikan sebagai menyalahkan orang lain

  1.  
    1. Rumusan Tujuan Umum dan Tujuan Khusus

a)     Tujuan UmumSyarat tujuan umum:1)     Jelas keterkaitannya dengan misi organisasi2)     Jelas keterkaitannya dengan masalah yang ingin diatasi3)     Menggambarkan keadaan yang ingin dicapai 

b)     Tujuan KhususTujuan khusus adalah keadaan (hasil atau outcome) akhir yang diinginkan yang hendak dicapai dalam jangka waktu tertentu.Tujuan kusus mempunyai ciri-ciri tambahan seperti:1)     Menantang2)     Dapat diraih3)     Sejauh mungkin dapat diukur4)     Harus konsisten dengan tujuan umum dari organisasi

  1.  
    1. Rumusan Kegiatan

Kegiatan yang dimaksud disini adalah disatu pihak dapat mengatasi masalah dan dipihak lain dapat mencapai tujuan yang telah diterapkan.Jenis kegiatan ada dua, yaitu:1)     Kegiatan pokok2)     Kegiatan tambahan

  1.  
    1. Asumsi Perencanaan

Asumsi perncanaan ada dua, yaitu:1)     Asumsi perencanaan yang bersifat positif, yaitu uraian tentang berbagai faktor penunjang yang diperkirakan ada dan yang berperan dalam memperlancar pelaksanaan rencana, seperti tingginya kemampuan masyarakat membiayai pelayanan kesehatan2)     Asumsi kepercayaan yang bersifat negatif, yaitu keballikan dari point di atas, seperti tingkat pendidikan penduduk yang rendah

  1.  
    1. Strategi Pendekatan

Secara umum, strategi pendekatan ada dua, yaitu:1)     Pendekatan institusi 2)     Pendekatan komunikasi

  1.  
    1. Kelompok Sasaran

Kelompok sasaran (target group), yaitu kepada siapa program tersebut ditujukan, secara umum dibagi atas 2, yaitu:1)     Kelompok sasaran langsung yaitu anggota masyarakat yang memanfaatkan langsung program kesehatan2)     Kelompok sasaran tidak langsung, yaitu kelompok sasaran antara

  1.  
    1. Waktu

Ada 2 faktor yang mempengaruhi penetapan jangka waktu pelaksanaan program,yaitu:1)     Kemampuan organisasi dalam mencapai target2)     Strategi pendekatan yang akan diterapkan

  1.  
    1. Organisasi dan Tenaga Pelaksana

Suatu rencana harus mencantumkan uraian tentang organisasi serta tenaga pelaksana yang akan menyelenggarakan rencana, serta tugas dan wewenangnya masing-masing.

  1.  
    1. Biaya

Suatu rencana harus mencantumkan jumlah biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana

  1.  
    1. Metode Penilaian dan Kriteria Keberhasilan

Kriteria keberhasilan dikelompokkan kedalam 3 macam, yaitu:1)     Kriteria keberhasilan unsur masukan2)     Kriteria keberhasilan unsur proses3)     Kriteria keberhasilan unsur keluaran.

  1. Penilaian Untuk Melihat Apakah Tujuan tercapai atau Tidak

Penilaian yang dilakukan berupa hasil dari evaluasi program kesehatan yang telah dilaksanakan. Dimana program tersebut dilakukan secara rutin untuk mengetahui sebaran secara menyeluruh upaya pelayanan kesehatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembinaan kesehatan. Apakah pelaksanaan telah sesuai dengan renca yang telah dibuat maupun tolak ukur yang telah ditetapkan. Pada umumnya evaluasi dilaksanakan terhadap program-program pembinaan kesehatan khususnya evaluasi untuk penilaian terhadap pembinaan kesehatan ditingkat Kabupaten/Dati II, RS Pemerintah dan instrument stratifikasi RS atau akreditasi RS swasta serta penilaian instrument stratifikasi PKM. (sumber Dr. H. Djoko Wijono, MS)

  1. Secara Keseluruhan Melaksanakan Program Sesuai dengan Rencana Yang telah Di susun.

Secara keseluruhan siklus perencanaan kesehatan dapat dilihat sebagai berikut: 

 

 

PENGUMPULAN DATA

MASALAH-MASALAH
MENETAPKAN PRIORITAS MASALAH
MENYUSUN ALTERNATIF JALAN KELUAR
PENILAIAN
MELAKSANAKAN RENCANA KERJA
MEMILIH PRIORITAS JALAN KELUAR
UJI LAPANGAN
MENYUSUN RENCANA KERJA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 2. Siklus Perencanaan dan Pelayanan   Kesehatan :
 

                       BAB IIIKESIMPULAN DAN SARAN 

A.     KESIMPULAN1)     Dalam perencanaan kesehatan yang penting adalah yang menyangkut proses perencanaan (proces of planning) yang merupakan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun suatu rencana.2)     Pada bidang kesehatan, langkah yang sering digunakan dalam perencanaan program kesehatan ialah mengikuti prinsip lingkaran pemecahan masalah (problem solving cycle) anatara lain melakukan pengumpulan data, idntifikasi masalah, menetapkan prioritas masalah, menyusun alternatif, jalan keluar, memilih prioritas jalan keluar, melakukan uji lapangan, menyusun rencana kerja selengkapnya, melakukan penilaian untuk melihat apakah tujuan tercapai atau tidak, melaksanakan program sesuai dengan rencana yang telah disusun. 

B.    SARAN 

  1. Bagi petugas kesehatan agar dalam pelayanan kesehatan sebaiknya sistem perencanaan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
  2. Kepada instansi terkait terutama dalam hal penentuan kebijakan agar pelaksanaan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik.
  3. Dalam perencanaan kesehatan harus dilakukan upaya pengembangan produk pelayanan kesehatan secara berkesinambungan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA 

 

Anonim, 2007. Pedoman Pengelolaan Data Pengungsi               http://www.kompas.com  

Anonim, 2006. Sisitim Informasi Kesehatan.               http://www.metakom.com  

Anonim, 2006. Gambaran Siklus Perencanaan               http://www.kompas.com  

Anonim, 2006. Rencana Strategi Depkes               http://www.depkes.com  

Maidin, alimin . 2004. Dasar-Dasar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK): Makassar 

Entjang, indan. 2000. ilmu kesehatan masyarakat: Jakarta 

Muninjaya, gde.2004. Manajemen kesehatan : jakarta 

Notoatmodjo, soekidjo. 2003. Ilmu kesehatan masyarakat : Jakarta 

Amiruddin Ridwan,2006. Epidemiologi perencanaan dan pelayanan kesehatan. : Makassar  

Wijono, Djoko. 1999.  Manaemen Mutu Pelayanan Kesehatan : Surabaya 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s