BAB V. IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN


BAB  V

IDENTIFIKASI  DAN PENENTUAN PRIORITAS 

A.    PENDAHULUAN

         Untuk meningkatkan kinerja dan mutu perencanaan program kesehatan, diperlukan suatu proses perencanaan yang akan menghasilkan suatu rencana yang menyeluruh (komprehensif dan holistik). Perencanaan kesehatan adalah kegiatan  yang perlu dilakukan di masa yang akan datang, yang jelas tujuannya. Langkah-langkah perencanaan sebetulnya bersifat generik, yaitu sama dengan alur pikir siklus pemecahan masalah, langkah-langkah pokok yang perlu dilakukan adalah :

  1. Analisis situasi
  2. Identifikasi masalah dan menetapkan prioritas
  3. Menetapkan tujuan
  4. Melakukan analisis untuk memilih alternatif kegiatan terbaik
  5. Menyusun rencana operasional.

         Kelima langkah pokok di atas harus dilaksanakan secara berurutan (sistematis). Setiap langkah yang dilakukan memiliki tujuan sendiri. Analisis situasi sebagai langkah awal dalam perencanaan harus dilakukan sebaik mungkin, sehingga dapat diperoleh gambaran  tentang masalah kesehatan yang ada serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan tersebut, yang merupakan tujuan dari analisis ini, pada akhirnya akan diperoleh hasil dari analisis ini yang merupakan titik tolak perencanaan kesehatan terpadu dan dalam langkah selanjutnya diikuti oleh kegiatan untuk merumuskan masalah secara jelas, sekaligus menentukan prioritas masalah-masalah tersebut.         Yang dimaksud dengan masalah dalam perencanaan kesehatan tidak terbatas pada masalah gangguan kesehatan saja, akan tetapi meliputi semua faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk (lingkungan, perilaku, kependudukan dan pelayanan kesehatan).         Menurut definisi, masalah adalah terdapatnya kesenjangan (gap) antara harapan dengan kenyataan. Oleh sebab itu, cara perumusan masalah yang baik adalah kalau rumusan tersebut jelas menyatakan adanya kesenjangan. Kesenjangan tersebut dikemukakan secara kualitatif dan dapat pula secara kuantitatif.         Identifikasi dan prioritas masalah kesehatan merupakan bagian dari proses perencanaan harus dilaksanakan dengan baik dan melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk masyarakat. Sehingga masalah yang ditetapkan untuk ditanggulangi betul-betul merupakan masalah dari masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan untuk menanggulangi masalah kesehatan yang ada, masyarakat dapat berperan aktif didalamnya. B.     PEMBAHASAN

  1. Identifikasi

         Perencanaan pada hakikatnya adalah suatu bentuk rancangan pemecahan masalah. Oleh sebab itu langkah awal dalam perencanaan kesehatan adalah mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan. Sumber masalah kesehatan masyarakat dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain : a.       Laporan-laporan kegiatan dari program-program kesehatan yang adab.      Survailans epidemiologi atau pemantauan penyebaran penyakitc.       Survai kesehatan yang khusus diadakan untuk memperoleh masukan perencanaan kesehatand.      Hasil kunjungan lapangan supervisi.

Dalam menemukan masalah kesehatan diperlukan ukuran-ukuran. Ukuran-ukuran yang paling lazim dipakai adalah angka kematian (mortalitas) dan angka kesakitan  (morbiditas). Masalah  kesehatan harus diukur karena terbatasnya sumber daya yang tersedia sehingga sumber daya yang ada betul-betul dipergunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang penting dan memang bisa diatasi.

         Ada 3 cara pendekatan yang dilakukan dalam mengidentifikasi masalah kesehatan, yakni :1.      Pendekatan logisSecara logis, identifikasi masalah kesehatan dilakukan dengan mengukur mortalitas, morbiditas dan cacat yang timbul dari penyakit-penyakit yang ada dalam masyarakat.2.      Pendekatan PragmatisPada umumnya setiap orang ingin bebas dari rasa sakit dan rasa tidak aman yang ditimbulkan penyakit/kecelakaan. Dengan demikian ukuran pragmatis suatu masalah gangguan kesehatan adalah gambaran upaya masyarakat untuk memperoleh  pengobatan, misalnya jumlah orangyang datang berobat ke suatu fasilitas kesehatan.3.      Pendekatan PolitisDalam pendekatan ini, masalah kesehatan diukur atas dasar pendapat  orang-orang penting dalam suatu msyarakat (pemerintah atau tokoh-tokoh masyarakat). 

  1. Prioritas masalah kesehatan

         Penetapan prioritas dinilai oleh sebagian besar manager kesehatan sebagai inti proses perencanaan. Langkah yang mengarah pada titik ini, dapat dikatakan sebagai suatu persiapan untuk keputusan penting dalam penetapan prioritas. Sekali prioritas ditetapkan,langkah berikutnya dapat dikatakan merupakan gerakan progresif menuju pelaksanaan. Dalam penentuan prioritas, aspek penilaian dan kebijaksanaan banyak diperlukan bersama-sama dengan kecakapan  unik untuk mensintesis berbagai rincian yang relevan. Hal ini merupakan bagian dari proses perencanaan yang biasanya dikatakan paling naluriah. Namun, penetapan prioritas mungkin dapat jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan langkah-langkah lain bila dibuat eksplisit dan menjadi tindakan yang ditentukan secara jelas.         Ketrampilan utama yang diperlukan dalam penentuan prioritas dalah menyeimbangkan variabel-variabel yang memiliki hubungan kuantitatif yang sangat berbeda dan dalam kenyataannya terletak dalam skala dimensional yang berbeda pula. Terlalu sering kesalahan timbul akibat memberikan penekanan terlalu banyak pada satu dimensi.          Seorang ahli epidemiologi cenderung untuk menilai penetapan prioritas terutama sebagai suatu masalah penentuan mortalitas dan mortabiditas relatif dari masalah-masalah kesehatan tertentu. Pendekatan ini dipakai  secara berlebihan dalam versi pertama “Metode Amerika Latin” dalam perencanaan kesehatan. Ilmuwan sosial, politikus, dan masyarakat umum cenderung memandang penetapan prioritas sebagai suatu tanggapan atas perasaan populer mengenai hal-hal yang penting. Bagi mereka pertimbangan-pertimbangan yang penting adalah : Pertama, apa yang diinginkan masyarakat untuk dilakukan dan yang kedua adalah program kesehatan yang dapat diterima. Para administrator cenderung mengkaji prioritas terutama dalam hubungannya dengan yang disebut oleh metode perencanaan kesehatan Amerika Latin sebagai “kerawanan” masalah-masalah  kesehatan tertentu. Perhatiannya ada pada ketersediaan metode teknis untuk mengendalikan penyakit-penyakit atau kondisi-kondisi yang memerlukan perhatian. Keterbatasan paling serius di Negara berkembang yang bahkan mungkin seringkali lebih berat dari pada kerangka kerja administratif untuk menyediakan pelayanan dan personil yang diperlukan.         Para ekonom memberi penekanan khusus pada biaya. Hal inibiasanya merupakan kendala akhir yang menentukan apa yang akan dilakukan, ongkos-ongkos relatif berbagai program pengendalian harus diseimbangkan. Kebijakan penting dalam menyeimbangkan ongkos perencanaan kesehatan umumnya adalah menyediakan pelayanan kesehatan ke masyarakat secara maksimum dari pada memberikan pelayanan dengan mutu tertinggi kepada sekelompok kecil masyarakat.         Perencanaan kesehatan harus mengembangkan ketrampilan dalam semua disiplin ilmu yang diperlukan agar dapat melakukan pendekatan perencanaan yang seimbang. Yang terutama diperlukan adalah indeks-indeks tertentu yang valid di dalam informasi baik kualitatif maupun kuantitatif yang digunakan dalam penilaian ini. Tanpa mengindahkan semua usaha pada pengukuran dan pengelompokkan khusus, si perencana pada akhirnya harus bersandar pada elemen-elemen kebijaksanaan yang tak pasti berdasarkan pengalaman atau evaluasi rencana-rencana sebelumnya dalam membuat keputusan akhir.         Untuk dapat menetapkan prioritas masalah ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yakni :a.       Melakukan pengumpulan dataUntuk dapat menetapkan prioritas masalah kesehatan, perlu tersedia data yang cukup. Untuk itu perlulah dilakukan pengumpulan data. Data yang perlu dikumpulkan adalah data yang berkaitan dengan lingkungan, perilaku, keturunan, dan pelayanan kesehatan, termasuk keadaan geografis, keadan pemerintahan, kependudukan, pendidikan, pekerjaan, mata pencaharian, sosial budaya, dan keadaan kesehatan.b.      Pengolahan DataApabila data yang telah berhasil dikumpulkan, maka data tersebut harus diolah, maksudnya adalah menyusun data yang tersedia sedemikian rupa sehingga  jelas sifat-sifat yang dimiliki oleh masing-masing data tersebut. Cara pengolahan data yang dikenal ada tiga macam, secara manual, elektrikal dan mekanik.c.       Penyajian DataData yang telah diolah perlu disajikan, ada tiga macam penyajian data yang lazim dipergunakan yakni secara tekstular, tabular dan grafikal.d.      Pemilihan Prioritas MasalahHasil penyajian data akan memunculkan pelbagai masalah. Tidak semua masalah dapat diselesaikan. Karena itu diperlukan pemilihan prioritas masalah, dalam arti masalah yang paling penting untuk diselesaikan.         Penentuan prioritas masalah kesehatan adalah suatu proses yang dilkukan oleh sekelompok orang dengan menggunakan metode tertentu untuk menentukan urutan masalah dari yang paling penting sampai dengan kurang penting. Penetapan prioritas memerlukan perumusan masalah yang baik, yakni spesifik, jelas ada kesenjangan yang dinyatakan secara kualitatif dan kuantitatif, serta dirumuskan secara sistematis.         Dalam  menetapkan prioritas masalah ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan, yakni :1.      Besarnya masalah yang terjadi2.      Pertimbangan politik3.      Persepsi masyarakat4.      Bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan.         Cara pemilihan prioritas masalah banyak macamnya. Secara sederhana dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :a.       Scoring TechniquePada cara ini pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan score (nilai) untuk pelbagai parameter tertentu yang telah ditetapkan. Parameter yang dimaksud adalah :1.      Besarnya masalah2.      Berat ringannya akibat yang ditimbulkan3.      Kenaikan prevalensi masalah4.      Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut5.      Keuntungan sosial yang dapat diperoleh jika masalah tersebut terselesaikan.6.      Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah7.      Sumber daya yang tersedia yang dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah.Secara terperinci cara-cara tersebut antara lain :1.      Cara BryantCara ini telah dipergunakan di beberapa negara yaitu di Afrika dan Thailand. Cara ini menggunakan 4 macam kriteria, yaitu :a.       Community Concern, yakni sejauh mana masyarakat menganggap masalah tersebut pentingb.      Prevalensi, yakni berapa banyak penduduk yang terkena penyakit tersebutc.       Seriousness, yakni sejauh mana dampak yang ditimbulkakn penyakit tersebutd.      Manageability, yakni sejauh mana kita memiliki kemampuan untuk mengatasinya.         Menurut cara ini masing-masing kriteria tersebut diberi scoring, kemudian masing-masing skor dikalikan. Hasil perkalian ini dibandingkan antara masalah-masalah yang dinilai.Masalah-masalah dengan skor tertinggi, akan mendapat prioritas yang Tinggi pula. 2.      Cara EkonometrikCara ini dipergunakan di Amerika Latin. Kriteria yang dipakai adalah :a.       Magnitude (M), yakni kriteria yang menunjukkan besarnya masalahb.      Importance (I), yakni ditentukan oleh jenis kelompok penduduk yang terkena masalahc.       Vulnerability (V), yaitu ada tidaknya metode atau cara penanggulangan yang efektifd.      Cost (C) , yaitu biaya yang diperlukan untuk penanggulangan masalah tersebut.Hubungan keempat kriteria dalam menentukan prioritas masalah (P) adalah sebagai berikut:

                                      P   =  M . I . V                                                                                     

                C          3.      Metode Hanlon & Delbecqa.       Metode delbecq

Proses penetuan kriteria diawali dengan pembentukan kelompok yang akan mendiskusikan, merumuskan dan menetapkan kriteria.

Sumber informasi yang dipergunakan dapat berasal dari :·         Pengetahuan dan pengalaman individual para anggota·         Saran dan pendapat nara sumber·         Peraturan pemerintah yang relevan·         Hasil rumusan analisa keadaan dan masalah kesehatan.Langkah selanjutnya adalah :1.      Menginventarisir kriteria2.      Menginventalisir dan mengevaluasi kriteriab.      Metode HanlonDalam metode Hanlon dibagi dalam 4 kelompok kriteria, masing-masing adalah :1.      Kelompok kriteria A  = besarnya masalah2.      Kelompok kriteria B   = tingkat kegawatan masalah3.      Kelompok kriteria C   = kemudahan penanggulangan masalah4.      Kelompok kriteria D  =  Pearl faktor, dimana :P      = KesesuaianE      = Secara ekonomi murahA      = dapat diterimaR      = Tersedianya sumber

L      = Legalitas terjamin

2. Non Scoring Technique              Memilih prioritas masalah dengan mempergunakan berbagai parameter, dilakukan bila tersedia data  yang lengkap. Bila tidak tersedia data, maka cara menetapkan prioritas masalah yang lazim  digunakan adalah :1.      Delphin TechniqueYaitu penetapan prioritas masalah tersebut dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang sama keahliannya. Pemilihan prioritas masalah dilakukan melalui pertemuan khusus. Setiap peserta yang sama keahliannya dimintakan untuk mengemukakan beberapa masalah  pokok, masalah yang paling banyak dikemukakan adalah prioritas masalah yang dicari.2.      Delbech TechniquePenetapan prioritas masalah dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang tidak sama keahliannya. Sehingga diperlukan penjelasan terlebih dahulu untuk meningkatkan pengertian dan pemahaman peserta tanpa mempengaruhi peserta. Lalu diminta untuk mengemukakan beberapa masalah. Masalah yang banyak dikemukakan adalah prioritas. C.     KESIMPULANIdentifikasi dan priorita masalah kesehatan merupakan salah satu bagian dari proses perencanaan. Dalam melakukan identifikasi masalah kesehatan, ada beberapa cara pendekatan yang perlu diperhatikan, sehingga masalah yang dikemukakan merupakan masalah yang benar-benar penting dan memang harus segera diselesaikan. Selain itu diperlukan ukuran-ukuran dan data untuk menemukan masalah kesehatan yang ada.         Penentuan prioritas masalah merupakan hal yang sangat penting, setelah masalah-maslah kesehatan teridentifikasi. Penentuan prioritas masalah harus memperhatikan beberapa faktor antara lain : besarnya masalah, pertimbangan politik, persepsi masyarakat, dan bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan. Cara memilih prioritas masalah dibedakan atas dua yaitu secara Scoring dan Non Scoring. Kedua cara tersebut pelaksanaannya berbeda-beda. Pemilihan kedua cara tersebut berdasarkan ada tidaknya data yang tersedia.

DAFTAR PUSTAKA

Azwar, Azrul, DR. MPH. Administrasi Kesehatan ; JakartaBina Rupa Aksara, 1988Maidin, Alimin,dr.MPH, Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan

Ujung Pandang, FKM Unhas jilid 2

_____________________ Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan

Ujung Pandang , FKM Unhas, 1993 jilid 1

Reinke A, William,  Perencanaan Kesehatan Untuk Meningkatkan Efektifitas    Manajemen, Yogyakarta, Gadjah Mada University ,Press 1994Notoatmojo Sockidjo Prof, DR, Ilmu Kesehatan Masyarakat,Jakarta, Rineka Cipta , 1997 

Advertisements

3 thoughts on “BAB V. IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN

  1. Assalammu’alaikum..
    wah, pak Ridwan, ini artikel yang sedang saya cari…
    saya mhs fkm ui..dan memang lagi mencari tentang kebijakan kesehatan..
    terimakasih,sangat membantu..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s