Epidemiologi Stroke

Posted on January 11, 2008. Filed under: artikel ilmiah |

Epidemiologi Stroke

Sang Surya & Ridwan Amiruddin

1.   PendahuluanStroke atau sering disebut juga dengan ”cerebrovasculer accident” adalah gejala kelainan neurologi akibat dari penyakit pembuluh darah otak. Stroke adalah penyakit otak yang paling destruktif dengan konsekuensi berat, termasuk beban psikologis, fisik, dan keuangan yang besar pada pasien, keluarga, dan masyarakat. Pada kenyataannya, banyak orang yang lebih takut akan menjadi cacat oleh stroke dibanding dengan kematian itu sendiri. Jika tidak ada metode-metode pencegahan yang ada sekarang, jumlah stroke dan korban stroke akan tumbuh pesat dalam beberapa dekade mendatang(Feigin 2006).Stroke dahulu dianggap sebagai penyakit yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi pada siapa saja, dan sekali terjadi tidak ada lagi tindakan efektif yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Namun, data-data ilmiah terakhir secara meyakinkan telah membuktikan hal yang sebaliknya. Selama dekade terakhir telah terjadi kemajuan besar dalam pemahaman mengenai faktor risiko, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi stroke. Kita sekarang mengetahui bahwa stroke dapat diperkirakan dan dapat dicegah pada hampir 85% orang. Juga terdapat terapi efektif yang dapat secara substansial memperbaiki hasil akhir stroke. Pada kenyatannya, sekitar sepertiga pasien stroke sekarang dapat pulih sempurna, dan proporsi ini dapat meningkat jika pasien selalu mendapat terapi darurat dan rehabilitasi yang memadai(Feigin, 2006).Kata ”stroke” sebenarnya merupakan istilah Inggris yang berarti ”pukulan”, tapi makna kedokterannya ternyata dikenal secara luas di kalangan kedokteran Internasional. Stroke digunakan untuk menamakan sindrom ”hemiparesis” atau ”hemiparalisis” akibat lesi vaskuler yang bisa bangkit dalam beberapa detik sampai hari, tergantung pada jenis penyakit yang menjadi penyebabnya. Di mana daerah otak yang tidak berfungsi lagi, bisa disebabkan karena secara tiba-tiba tidak menerima jatah darah lagi karena pembuluh darah yang memperdarahi daerah itu putus atau tersumbat. Penyumbatan itu bisa terjadi secara mendadak, secara berangsur-angsur ataupun tiba-tiba namun berlangsung hanya sementara (Mardjono, 1989).Stroke merupakan penyakit gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf/defisit neurologik akibat gangguan aliran darah pada salah satu bagian otak. Secara sederhana stroke didefinisikan sebagai penyakit otak akibat terhentinya suplai darah ke otak karena sumbatan atau perdarahan, dengan gejala lemas/lumpuh sesaat, atau gejala berat sampai hilangnya kesadaran, dan kematian. Stroke bisa berupa iskemik maupun perdarahan (hemoragik)(Junaidi,2004).Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerotik atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah melalui proses aterosklerosis. Sedang pada stroke perdarahan (hemoragik) pembuluh darah pecah menjadi tidak normal dan darah yang keluar merembes masuk ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya (Junaidi, 2006). Menurut WHO, stroke adalah tanda-tanda klinis mengenai gangguan fungsi serebral secara fokal ataupun global, yang berkembang dengan cepat, dengan gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, atau mengarah ke kematian tanpa penyebab yang kelihatan, selain tanda-tanda yang berkenaan dengan aliran darah di otak.Menurut Junaidi, stroke adalah penyakit gangguan fungsional otak akut, fokal maupun global, akibat gangguan aliran darah ke otak karena perdarahan ataupun sumbatan dengan gejala dan tanda sesuai bagian otak yang terkena, yang dapat sembuh sempurna, sembuh dengan cacat, atau berakibat kematian. 2.   PenyebabFaktor penyebab stroke ada banyak faktor (multirisk factors), bukan satu dua faktor belaka. Penyebab-penyebab ini disebut sebagai faktor risiko, yaitu suatu kelainan atau kondisi yang membuat seseorang rentan terhadap serangan stroke. Faktor risiko stroke tersebut umumnya dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu (Junaidi,2004)  :1.  Faktor yang tidak dapat dikontrol   :      Umur, ras/bangsa, jenis kelamin, riwayat keluarga2.   Faktor yang dapat dikontrol   :

  1. Hipertensi                                            
  2. Diabetes Melitus
  3. Transient Iskemik Attack
  4. Post stroke
  5. Perokok
  6. Peminum alkohol
  7. Obat kontrasepsi oral
  8. Obesitas
  9. Kurang aktifitas fisik
  10. Hiperkolesterolemia/hiperlipidemia
  11. Stres fisik dan mental
  12. Hiperhomocysteinemia

 3.   Klasifikasi Klasifikasi stroke secara garis besar terdiri atas 2, yaitu      (Junaidi,2004)     :       1.    Stroke Perdarahan  (Hemoragik Stroke)       2.    Stroke Non Perdarahan (Non Hemoragik Stroke)               Berdasarkan perjalanan klinisnya stroke non hemoragik dikelompokkan menjadi  4,  yaitu(Junaidi,2004)   :

  1. Transient Ischemic Attack (TIA) :  yaitu serangan stroke sementara yang berlangsung kurang dari 24 jam.
  2. Reversible Ischemic Neurologic Defisit (RIND)  :    gejala neurologis akan menghilang antara > 24 jam sampai dengan 21 hari.
  3. Progressing Stroke atau Stroke in evolution   :    kelainan atau defisit neurologik berlangsung secara bertahap dari yang ringan sampai menjadi berat.
  4. Completed Stroke atau stroke komplit   :    kelainan neurologis sudah menetap dan tidak berkembang lagi.

 4.   Gejala KlinikGejala-gejala klinis yang muncul tergantung berat ringannya gangguan pembuluh darah dan lokasinya. Gambaran klinis stroke dapat berupa(Junaidi,2004)   :1.      Adanya serangan defisit neurologis fokal, berupa kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai, atau salah satu sisi tubuh.2.      Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan, tungkai atau salah satu sisi tubuh. Baal atau mati rasa sebelah, terasa kesemutan, terasa seperti terkena cabai, rasa terbakar.3.      Mulut, lidah mencong bila diluruskan.4.      Gangguan menelan  :  sulit menelan, minum sering tersedak.5.      Bicara tidak jelas, sulit berbahasa, kata yang diucapkan tidak sesuai keinginan, pelo, sengau, bicaranya ngaco, kata-katanya tidak dapat dipahami (afasia). Bicara tidak lancar, hanya sepatah-sepatah kata yang terucap.6.      Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat.7.      Tidak memahami pembicaraan orang lain.8.      Tidak mampu membaca dan menulis, dan tidak memahami tulisan.9.      Tidak dapat berhitung, kepandaian menurun.10. Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh.11. Hilangnya kendali terhadap kandung kemih, kencing yang tidak disadari.12. Berjalan menjadi sulit, langkahnya kecil-kecil.13. Menjadi pelupa (demensia).14. Vertigo (pusing), atau perasaan berputar yang menetap saat tidak beraktifitas.15. Awal terjadinya penyakit (onset) cepat, mendadak, dan biasanya terjadi pada saat beristirahat atau bangun tidur.16. Hilangnya penglihatan berupa penglihatan yang terganggu, sebagian lapang pandang tidak terlihat, gangguan pandangan tanpa rasa nyeri, penglihatan gelap atau ganda sesaat.17. Kelopak mata sulit dibuka.18. Pendengaran hilang atau gangguan pendengaran, berupa tuli satu telinga atau pendengaran berkurang.19. Menjadi lebih sensitif, menjadi mudah menangis atau tertawa.20. Kebanyakan tidur atau selalu ingin tidur.21. Kehilangan keseimbangan, gerakan tubuh tidak terkoordinasi dengan baik, sempoyongan, atau terjatuh.22. Gangguan kesadaran, pingsan sampai tidak sadarkan diri (koma).   5.   EpidemiologiStroke dapat menyerang kapan saja, mendadak, siapa saja, baik laki-laki atau perempuan, tua atau muda. Diperkirakan satu sampai tiga orang akan mengalami stroke dan satu dari tujuh orang meninggal karena stroke.                Insiden stroke timbul bervariasi, tergantung tempat atau negara, waktu, serta penderitanya. Insiden stroke di negara berkembang masih meningkat sedangkan di negara maju cenderung menurun. Penurunan ini mungkin disebabkan karena manajemen hipertensi, penyakit jantung dan penyakit metabolik di negara maju telah makin baik. Memang sebagian besar dari kasus stroke dapat diakatakan merupakan bukti kegagalan pengobatan hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit metabolik.               Insiden stroke meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Setelah umur 55 tahun risiko stroke iskemik meningkat 2 kali lipat tiap dekade. Menurut Schutz penderita yang berumur antara 70-79 tahun banyak menderita perdarahan intrakranial (Junaidi, 2004).              Laki-laki cenderung untuk terkena stroke lebih tinggi dibandingkan wanita, dengan perbandingan 1,3 : 1, kecuali pada usia lanjut laki-laki dan wanita hampir tidak berbeda. Laki-laki yang berumur 45 tahun bila bertahan hidup sampai 85 tahun kemungkinan terkena stroke 25%, sedangkan risiko bagi wanita hanya 20%. Pada laki-laki cenderung terkena stroke iskemik, sedangkan wanita lebih sering menderita perdarahan subarachnoid dan kematiannya 2 kali lebih tinggi dibandingkan wanita (Junaidi, 2004). Sampai sekarang faktor keturunan masih belum dapat dipastikan gen mana penentu terjadinya stroke, menurut Brass dkk., yang meneliti lebih dari 1200 kasus kembar monozygot dibandingkan 1100 kasus kembar dizygot, berbeda bermakna antara 17,7% dan 3,6%. Jenis stroke bawaan adalah cerebral autosomal dominat arteriopathy dengan infark subkortikal dan leukoenselopati (CADASIL) telah diketahui lokasi gennya pada kromosom 19Q12 (Junaidi, 2004).Tingkat kejadian stroke di seluruh dunia tertinggi dialami oleh orang Jepang dan Cina, menurut Broderick dkk., melaporkan orang negro Amerika cenderung berisiko 1,4 kali lebih besar mengalami stroke perdarahan intrakranial, sedang orang kulit putih cenderung terkena stroke iskemik, akibat sumbatan ekstrakranial yang lebih banyak (Junaidi, 2004).    Tabel  1.  Tabel sintesa mengenai Stroke

PENELITITAHUNSUMBERPUBLIKASITEMPAT MASALAH UTAMA KARAKTERISTIK TEMUAN
SUBYEK INSTRUMEN METODE
Woo, Daniel, MD., dkk1999 AHA  Insidens subtipe  stroke iskemik pada kulit hitam Penduduk kulit hitam yang pernah dirawat atau diotopsi sebagai penderita stroke atau TIA. Daftar Isian Rekam Medis, EKG,CT Scan, Laboratorium Case Control Study Stroke cardioembolik dan pembuluh darah kecil merupakan yang paling terpenting yg diidentifikasi pada serangan stroke yg pertama kali pada masyarakat kulit hitam.
Simons, Leon, A.,dkk1998 AHAAmerika Faktor risiko Stroke Iskemik pada orang lanjut usia 2805 pria atau wanita yang berumur 60 tahun atau lebih di Australia  Rekam Medis dan Catatan kematian Cohord Mortalitas dan morbiditas yg dihubungkan dengan stroke iskemik dapat diprediksi dengan berbagai indikator klinik.
Hill, Michael, D., dkk2006 AHAAmerika Pengaruh jenis kelamin terhadap penanganan trombolisis intraarterial  pada pasien stroke iskemik Pasien yang ikut pada penelitian PROACT-2, kemudian dibandingkan berdasarkan jenis kelamin. Daftar isian, Data dari studi PROACT-2, CT Scan Eksperimental Manfaat wanita dengan stroke iskemik arteri serebral lebih banyak ditemukan Intra-Arterial Terapi.
Kleindorfer, O Dawn., dkk2006 AHAAmerika Pengaruh  sosioekonomi terhadap penanganan yang yang terlambat pada penderita stroke. Ppasien stroke dan TIA yang diidentifikasi pada rumah sakit setempat sepanjang tahun 1999. Daftar isian, rekam medis, data dari 911 Case Control Study Ditemukan hanya kecil penagaruh komunitas miskin, penduduk kulit hitam dan peningkatan umur terhdp waktu yg digunakan sebelum masuk RS.
Hu, Gang Phd, dkk2005 AHAAmerika Pengaruh hipertensi dan dibetes type 2 pada insidens stroke dan mortalitas stroke 49.582 orang yang berumur 25 sampai 74 tahun tanpa riwayat stroke dan  jantung koroner.  Rekam Medis,Tensimeter,Laboratorium, CT Scan Cohort Hipertensi dan DM tipe 2 meningkatkan risiko stroke secar sendiri-sendiri, kombinasi keduanya akan meningkatkan risiko stroke secara drastis.

Sumber data   :  Diolah dari berbagai sumber      

Make a Comment

Make a Comment: ( 3 so far )

You must be logged in to post a comment.

3 Responses to “Epidemiologi Stroke”

RSS Feed for "New Paradigm for Public Health" Comments RSS Feed

Ada terapi yang disebut dengan terapi khelasi EDTA yang bisa membantu pemulihan pasien stroke.

Salam,
Anis

yth. pak ridwan, informasinya sangat membantu. bagaimana bila dilengkapi dengan daftar pustaka yang lengkap, agar kemudian dapat disertakan sebagai referensi. terima kasih.

Thanks Dinar atas kommentnya, masukan anda akan kami perhatikan.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...