BAB IISIKLUS PERENCANAAN KESEHATAN
Oleh : Ridwan AmiruddinBagian Epidemiologi FKM Unhas Makassar Dalam perencanaaan kesehatan yang penting adalah yang menyangkut proses perencanaan (Process of planning). Adapun yang dimaksud dengan proses perencanaan Disini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun suatu rencana. Untuk bidang kesehatan, langkah yang sering digunakan dalam perencanaan program kesehatan ialah mengikuti prinsip lingkaran pemecahan masalah (problem solving cycle), secara umum tersusun sebagai berikut : I. Melakukan Pengumpulan Data.Kegiatan pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan data. Data adalah hasil dari suatu pengukuran dan ataupun pengamatan. Agar data yang dikumpulkan tersebut menghasilkan kesimpulan tentang prioritas masalah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni :
- Jenis Data
Menurut Blum (1976), jenis data kesehatan ada 4 macam, yaitu, data tentang perilaku (behavior), lingkungan (environment), pelayanan kesehatan (health service) dan keturunan (heredity).Dari keempat jenis data tersebut, maka dapat diuraikan menjadi :1). Data Keadaan GeografisYang terpenting dalam data keadaan geografis adalah tentang luas dan batas-batas wilayah, keadaan tanah, keadaan iklim dan cuaca,keadaan flora, keadaan fauna. Perencanaan data geografis amat besar dalam memberikan arahan tentang ada atau tidaknya suatu masalah kesehatan. Jika diwilayah tersebut ditemukan rawa misalnya, mungkin saja penyakit malaria banyak ditemukan.2). Data PemerintahData yang dikumpulkan yaitu tentang bentuk pemerintahan, peraturan perundang-undangan yang berlaku, anggaran pendapatan dan belanja kesehatan, serta mekanisme dan proses pengambilan keputusan. Data ini penting artinya pada saat menyusun rencana, terutama pada waktu merumuskan prioritas jalan keluar.3). Data KependudukanData yang diperlukan antara lain tentang jumlah penjabaran (susunan umur, jenis kelamin dan geografis), angka pertambahan, serta angka kelahiran penduduk.4). Data PendidikanData yang diperlukan antara lain tentang tingkat pendidikan penduduk serta fasilitas pendidikan yang tersedia.5). Data Pekerjaan dan Mata PencahariaanYakni data mengenai macam pekerjaan dan mata pencaharian penduduk, karena jenis pekerjaan cenderung mengakibatkan penyakit tertentu. Disamping itu penting untuk melihat kemampuan penduduk untuk membiayai pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.6). Data Keadaan Sosial BudayaData tentang budaya meliputi pandangan, kebiasaan, larangan, dan anjuran yang ada kaitanya dengan bidang kesehatan termasuk didalamnya soal-soal pengobatan tradisional, yang kesemuanya dapat dimanfaatkan atau dipertimbangkan dalam merencanakan program kesehatan.7). Data Keadaan KesehatanSecara umum data kesehatan dapat dibedakan atas 3, yaitu:a.) Data yang menunjukkan status kesehatan penduduk seperti, angka kematian (umum, bayi,ibu, dan penyakit tertentu), angka harapan hidup rata-rata, tingkat insidesi, angka kesakitan, dll.
b). Data yang menunjukkan kesehatan lingkungan pemukiman, seperti porsentase penduduk yang mempunyai sumber air bersih, mempunyai jamban, mempunyai tempat sampah, mempunyai rumah sehat, dll.
c). Data yang menunjukkan jumlah fasilitaskesehatan, jumlah dokter, jumlah para medis, jumlah kunjungan, luas cakupan,dsb.
- Sumber Data
Sumber data secara umum dibagi atas 3 macam, yaitu primer misalnya wawancara langsung, sekunder misalnya laporan bulanan puskesmas, dan tertier misalnya hasil publikasi badan-badan resmi seperti Kantor Dinas Statistik, Dinas Kesehatan, dan Kantor Kabupaten.
- Sumber Data
Cara mengumpulkan data ada 4 macam, yakni wawancara, pemeriksaan, pengamatan, serta peran serta, misalnya dalam bentuk penelitian epidemiologi.
II. Masalah
Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah sedemikian rupa sehingga jelas sifat yang dimilikinya. Cara pengolahan data dapat secara manual, mekanikal, serta elektrikal. Setelah data tersebut diolah, kemudian disajikan dalam bentuk tabular, grafik, dan secara tekstular. Dari penyajian data tersebut dapat ditarik kesimpulan tentang berbagai masalah kesehatan yang ada di masyarakat.
III. Menetapkan Prioritas Masalah Dari sekian banyak masalah yang ada, tidak semua dapat diselesaikan, karena:1. Antar masalah mungkin terdapat keterkaitan, yang perlu diselesaikan hanya masalah pokok.2. Kemampuan yang dimiliki oleh organisasi selalu bersifat terbatas.Untuk itu perlu memilih prioritas masalah. Caranya dengan memakai kriteria yang dituangkan dalam bentuk matriks (Criteria Matrix Tecnique).Kriteria yang dapat dipergunakan banyak macamnya. Secara umum dapat dibedakan atas 3 macam :1. Pentingnya MasalahMakin penting (Importancy) masalah tersebut, makin diprioritaskan penyelesaiannya. Ukuran pentingnya masalah antara lain :a. besarnya masalah (prevalence)b. akibat yang ditimbulkan oleh masalah (severity)c. kenaikan besarnya masalah (rate of increase)d. derajat keinginan masyarakat yang tidak terpenuhi (degree of unmeet need)e. keuntungan sosial karena selesainya masalah (social benefit)f. rasa prihatin masyarakat terhadap masalah (public concern)g. suasana politik (political climate). 2. Kelayakan Teknologi (Technical Feseability) Kelayakan teknologi yang dimaksud disini adalah menunjuk pada penguasaan ilmu dan teknologi yang sesuai , namun jka indikator-indikator tersebut tidak dipunyai maka penentuan prioritas masalah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu delphi teknik, dan belbeq teknik.IV. Menyusun Alternatif Jalan Keluar
Untuk menyusun alternatif jalan keluar, digunakan berpikir kreatif (creative thinking). Salah satu tekhnik berpikir kreatif diantaranya dikenal dengan teknik analogi atau populer dengan sebutan “Synectic Technique”. Jika dengan teknik berfikir kreatif masih belum dapat dihasilkan alternatif jalan keluar, dapat ditempuh langkah-langkah sbb :
1. Menentukan berbagai penyebab masalah2. Untuk menentukan penyebab masalah, dilakukan curah pendapat (Brain Storming) dengan membahas data yang telah dikumpulkan. Dapat digunakan alat bantu diagram hubungan sebab akibat (cause-effect diagram) atau populer pula dengan sebutan diagram tulang ikan (fish bone diagram).
Untuk penyebab penyakit, perlu diketahui penyebab tunggal atau multipel. Untuk menetapkan apakah sebuah organisme hidup yang spesifik menyebabkan penyakit tertentu, maka harus memenuhi kriteria-kriteria ini (Henle & Koch), yaitu :
a. Organisme harus ada dalam setiap kasus penyakitb. Organisme itu harus dapat diisilasi dan ditumbuhkan didalam kultur murni.c. Organisme itu harus menyebabkan penyakit tertentu saat diinokulasi kedalam seekor hewan yang rentan.d. Organisme itu selanjutnya harus dapat ditemukan dari hewan tersebut dan diidentifikasi.
Kemudian ada 4 tipe faktor-faktor yang memegang peranan penting sebagai penyebab penyakit, yaitu :
a. Faktor predisposisi, misalnya umur, jenis kelamin, dan penyakit terakhir yang diidap. Mungkin dapat saja menciptakan sebuah keadaan yang rentan terhadap sebuah penyakit.b. Faktor yang memungkinkan, misalkan pendapatan rendah, gizi buruk, perumahan yang kumuh, dan perawatan medis yang tidak edukat mungkin saja mendorong kearah terjadinya pengembangan penyakit.c. Faktor-faktor pencetus, misalkan papaparan terhadap agent penyakit yang spesifik atau agent beracun yang mungkin berasosiasi dengan terjadinya penyakit atau keadaan tertentu.d. Faktor-faktor pemberat, misalkan pengulangan paparan dan kerja keras yang tidak beraturan mungkin dapat mendorong kearah terjadinya sebuah penyakit yang tertentu atau keadaan yang tertentu pula.Dapat pula terjadi interaksi antara beberapa macam penyebab yang menimbulkan efek yang tidak diharapkan, seperti pada tabel berikut ini. Tabel 2.1.Tingkat Kematian Akibat Kanker Paru Dengan Standarisasi Berdasarkan Umur((per 100.000 populasi) Dalam Hubungan nya Dengaan Mengisap Rokok DanPaparan Kerja Akibat Debu Asbestos
Paparan Asbestos |
Riwayat Menghisap Rokok |
Rerata Kematian Akibat |
|
Kanker Paru per 100.000. |
||
|
Tidak |
Tidak |
11 |
|
Ya |
Tidak |
58 |
|
Tidak |
Ya |
123 |
|
Ya |
Ya |
602 |
Sumber : Hammond et. Al, 1979
* Memeriksa Kebenaran Penyebab Masalah Memeriksa kebenaran penyebab masalah dilakukan dengan uji statistik. Untuk penyebab masalah yang tidak bermakna secara statistik dihapuskan. Untuk penyebab penyakit, dikembangkan seoerangkat “Pedoman Tentang Sebab Akibat”, seperti pada tabel berikut:
Tabel 2.1.
Pedoman Sebab Akibat
*Hubungan Temporal |
*Benarkah kausa mendahului efek |
| *Plausibilitas | *Apakah Asosiasi tersebut konsistensi |
| *Dengan ilmu pengetahuan lain? | |
| (Mekanisme kerja, percobaan pada | |
| Binatang) | |
| *Konsistensi | *Mempunyai hasil-hasil seperti yang |
| Pernah diperlihatkan didalam penelitian- | |
| Penelitian lainnya. | |
| *Hubungan Dosis Respon | *Apakah peningkatan paparan terhadap |
| Kausa yang dicurigai itu berasosiasi | |
| Dengan peningkatan efek? | |
| *Bagaimana kekuatan asosiasi antara | |
| Kausa dengan efek? (risiko relatif) | |
| *Reversibilitas | *Apakah pengurangan kausa yang |
| Dicurigai itu mengarah kepada | |
| Pengaruh risiko | |
| *Rancangan Penelitian | *Apakah bukti tersebut didasarkan pada |
| Sebuah rancangan penelitian yang tepat? | |
| *Menilai Bukti Yang Ada | *Berapa macam bukti yang mengarah |
| Kepada kesimpulan? |
*Mengubah Penyebab Masalah Kedalam Bentuk Kegiatan
Apakah daftar penyebab masalah telah berhasil disusun, dilanjutkan dengan mengubah daftar penyebab masalah tersebut kedalam bentuk kegiatan. Usahakan untuk satu penyebab masalah tersusun satu kegiatan penyelesaian masalah yang diperoleh dari pekerjaan ini ialah tersusunnya alternatif cara penyelesaian masalah, seperti tabel berikut ini.
Tabel 2.2.
Alternatif Jalan Keluar
MASALAH |
PENYEBAB |
ALTERNATIF |
| Tinggi Angka Kematian Bayi (AKB) Karena Tetanus | 1. Persalinana ditolong dukun bayi belum terlatih2. Cakupan imunisasi ibu hamil terbatas3. Pengetahuan ibu tentang tetanus rendah | 1. Kursus dukun bayi2. Meningkatkan cakupan ibu hamil3. Penyuluhankesehatan. |
V. Memilih Prioritas Jalan Keluar
Untuk memilih prioritas jalan keluar, dapat memakai teknik kriteria matriks, untuk ini ada 2 kriteria yang lazim dipergunakan,yaitu :a. Efektivitas Jalan Keluar Prioritas jalan keluar adalah yang nilai efektifitasnya paling tinggi. Untuk menentukan efektifitas jalan keluar, dipergunakan kriteria tambahan seperti :- Besarnya masalah yang dapat diselesaikan (magnitude).- Pentingnya jalan keluar (importancy)- Sensitivitas jalan keluar (vulnerability).b. Efisiensi Jalan Keluar Nilai efisiensi ini biasanya dikaitkan dengan biaya (cost) yang diperlukan untuk melaksanakan jalan keluar. Makin besar biaya yang dipergunakan makin tidak efisien jalan keluar tersebut. Untuk mengukur nilai prioritas (P) untuk setiap alternatif jalan keluar, dengan membagi hasil perkalian nilai M (Magnitude) x I (Importancy) x V (Vulnerability) dengan nilai C. Jalan keluar dengan nilai P tertinggi, adalah prioritas jalan keluar terpilih.
VI. Melakukan Uji Lapangan
Uji lapangan ini dipandang penting karena sering ditemukan jalan keluar yang diatas kertas baik, ternyata sulit dilaksanakan. Tujuan uji lapangan yakni untuk menilai berbagai faktor penopang dan faktor penghambat yang kiranya akan ditemukakn, apabila jalan keluar tersebut dilaksanakan.
VII. Menyusun Rencana Kerja Selengkapnya
Kemudian menyusun uraian rencana kerja dari prioritas jalan keluar secara lengkap yang terdiri dari :* Rumusan Misi Suatu rencana yang baik harus mengandung rumusan tentang misi (mision formulation) yang dianut oleh organisasi yang menyusun rencana, antara lain berisi tentang latar belakang, cita-cita, tujuan pokok, tugas pokok, serta ruang lingkup kegiatan organisasi. * Rumusan Masalah Suatu rencana yang baik harus mengandung tentang masalah (problem statement) yang ingin diselesaikan. Rumusan masalah tersebut harus memenuhi syarat :a. Harus mempunyai tolak ukur, yaitu tentang apa masalahnya, siapa yang terkena masalah, serta berapa besar masalahnya.b. Bersifat netral, yaitu tidak mengandung uraian yang dapat diartikan sebagai menyalahkan orang lain.* Rumusan Tujuan Umum Dan Tujuan Khusus.a. Tujuan UmumSyarat tujuan umum :- Jelas keterkaitannya dengan misi organisasi- Jelas keterkaitanya dengan masalah yang ingin diatasi- Menggambarkan keadaan yang ingin dicapai.b. Tujuan KhususTujuan khusus adalah keadaan (hasil atau outcome) akhir yang diinginkan yang hendak dicapai dalam jangka waktu tertentu.Tujuan khusus mempunyai ciri-ciri tambahan seperti :- Menantang- Dapat diraih- Sejauh mungkin dapat diukur- Harus konsisten dengan tujuan umum dari organisasi* Rumusan Kegiatan Kegiatan yang dimaksud disini adalah disatu pihak dapat mengatasi masalah dan dipihak lain dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jenis kegiatan ada 2, yaitu :1. Kegiatan pokok2. Kegiatan tambahan.* Asumsi Perencanaan Asumsi perencanaan ada dua, yaitu :a. Asumsi perencanaan yang bersifat positif, yaitu uraian tentang berbagai faktor penunjang yang diperkirakan ada dan yang berperan dalam mempelancar pelaksanaan rencana, seperti tingginya kemampuan masyarakat membiayai pelayanan kesehatan.b. Asumsi perencanaan yang bersifat negatif, yaitu kebalikan dari point diatas, seperti tingkat pendidikan penduduk yang rendah.* Strategi Pendekatan Secara umum,strategi pendekatan ada 2, yaitu :a. Pendekatan institusib. Pendekatan komunikasi* Kelompok Sasaran Kelompok sasaran (target group), yaitu kepada siapa program tersebut ditujukan, secara umum dibagi atas 2 , yaitu :a. Kelompok sasaran langsung yaitu anggota masyarakat yang memanfaatkan langsung program kesehatan.b. Kelompok sasaran tidak langsung, yaitu kelompok sasaran antara* Waktu Ada 2 faktor yang mempengaruhi penetapan jangka waktu pelaksanaan program, yaitu :a. Kemampuan organisasi dalam mencapai target.b. Strategi pendekatan yang akan diterapkan. * Organisasi Dan Tenaga Pelaksana Suatu rencana harus mencantumkan uraian tentang organisasi serta tenaga pelaksana yang akan menyelenggarakan rencana, serta tugas dan wewenangnya masing-masing.* Biaya Suatu rencana harus mencantumkan jumlah biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana.* Metode Penilaian dan Kriteria Keberhasilan Kriteria keberhasilan dikelompokkan kedalam 3 macam, yaitu :a. Kriteria keberhasilan unsur masukkanb. Kriteria keberhasilan unsur prosesc. Kriteria keberhasilan unsur keluaran. VIII. Selanjutnya dilakukan penilaian, untuk melihat apakah tujuan tercapai atau Tidak.IX. Secara keseluruhan melaksanakan program sesuai dengan rencana yang telah disusun.Secara keseluruhan siklus perencanaan tersebut dapat dilihat pada bagan berikut :
|
MENETAPKAN PRIORITAS MASALAH |
|
MASALAH-MASALAH |
|
MENYUSUN RENCANA KERJA |
|
MELAKSANAKAN RENCANA KERJA |
|
UJI LAPANGAN
|
|
MEMILIH PRIORITAS JALAN KELUAR |
|
MENYUSUN ALTERNATIF JALAN KELUAR
|
|
PENGUMPULAN DATA |
|
PENILAIAN |
Program : 1. Penyusunan data dan penetapan prioritas masalah kesehatan ibu dan anak (AKI & AKB), (Tahun I).2. Uji coba lapangan untuk peningkatan mutu kesehatan ibu dan anak. (dua kabupaten) (Tahun II)3. Implementasi program peningkatan kesehatan ibu dan anak, (Tahun III)4. Evaluasi program peningkatan kesehatan ibu dan anak File planningepid\bab2



[...] Find more about it all here [...]
Border Crossing Stats » New Paradigm Public Health
March 11, 2008