Posted on January 2, 2008. Filed under: epid perencanaan |

BAB IISIKLUS PERENCANAAN KESEHATAN             
Oleh : Ridwan Amiruddin
Bagian Epidemiologi FKM Unhas Makassar      Dalam perencanaaan kesehatan yang penting adalah yang menyangkut proses perencanaan (Process of planning). Adapun yang dimaksud dengan proses perencanaan  Disini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun suatu rencana. Untuk bidang kesehatan, langkah yang sering digunakan dalam perencanaan program kesehatan ialah mengikuti prinsip lingkaran pemecahan masalah (problem solving cycle), secara umum tersusun sebagai berikut : I. Melakukan Pengumpulan Data.Kegiatan pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan data. Data adalah hasil dari suatu pengukuran dan ataupun pengamatan. Agar data yang dikumpulkan tersebut menghasilkan kesimpulan tentang prioritas masalah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni :

  1. Jenis Data

Menurut Blum (1976), jenis data kesehatan ada 4 macam, yaitu, data tentang perilaku (behavior), lingkungan (environment), pelayanan kesehatan (health service) dan keturunan (heredity).Dari keempat jenis data tersebut, maka dapat diuraikan menjadi :1). Data Keadaan GeografisYang terpenting dalam data keadaan geografis adalah tentang luas dan batas-batas wilayah, keadaan tanah, keadaan iklim dan cuaca,keadaan flora, keadaan fauna. Perencanaan data  geografis amat besar dalam memberikan arahan tentang ada atau tidaknya suatu masalah kesehatan. Jika diwilayah tersebut ditemukan  rawa misalnya, mungkin saja penyakit malaria banyak ditemukan.2). Data PemerintahData yang dikumpulkan yaitu tentang bentuk pemerintahan, peraturan perundang-undangan yang berlaku, anggaran pendapatan dan belanja kesehatan, serta mekanisme dan proses pengambilan keputusan. Data ini penting artinya pada saat menyusun rencana, terutama pada waktu merumuskan prioritas jalan keluar.3). Data KependudukanData yang diperlukan antara lain tentang jumlah penjabaran (susunan umur, jenis kelamin dan geografis), angka pertambahan, serta angka kelahiran penduduk.4). Data PendidikanData yang diperlukan antara lain tentang tingkat pendidikan penduduk serta fasilitas pendidikan  yang tersedia.5). Data Pekerjaan dan Mata PencahariaanYakni data mengenai macam pekerjaan dan mata pencaharian penduduk, karena jenis pekerjaan cenderung mengakibatkan penyakit tertentu. Disamping itu penting untuk melihat kemampuan penduduk untuk membiayai pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.6). Data Keadaan Sosial BudayaData tentang budaya meliputi pandangan, kebiasaan, larangan, dan anjuran yang ada kaitanya dengan bidang kesehatan termasuk didalamnya soal-soal pengobatan tradisional, yang kesemuanya dapat dimanfaatkan atau dipertimbangkan dalam merencanakan program kesehatan.7). Data Keadaan KesehatanSecara umum data kesehatan dapat dibedakan atas 3, yaitu:a.)    Data yang menunjukkan status kesehatan penduduk seperti, angka kematian (umum, bayi,ibu, dan penyakit tertentu), angka harapan hidup rata-rata, tingkat insidesi, angka kesakitan, dll.

b). Data yang menunjukkan kesehatan lingkungan pemukiman, seperti porsentase penduduk yang mempunyai sumber air bersih, mempunyai jamban, mempunyai tempat sampah, mempunyai rumah sehat, dll.

c). Data  yang menunjukkan jumlah fasilitaskesehatan, jumlah dokter, jumlah para medis, jumlah kunjungan, luas cakupan,dsb.

  1. Sumber Data

Sumber data secara umum dibagi atas 3 macam, yaitu primer misalnya wawancara langsung, sekunder misalnya laporan bulanan puskesmas, dan tertier misalnya hasil publikasi badan-badan resmi seperti Kantor Dinas Statistik, Dinas Kesehatan, dan Kantor Kabupaten. 

  1. Sumber Data

Cara mengumpulkan data ada 4 macam, yakni wawancara, pemeriksaan, pengamatan, serta peran serta, misalnya dalam bentuk penelitian epidemiologi.

II.   Masalah

             Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah sedemikian rupa sehingga jelas sifat   yang dimilikinya. Cara pengolahan data dapat secara manual, mekanikal, serta elektrikal. Setelah data tersebut diolah, kemudian disajikan dalam bentuk tabular, grafik, dan secara tekstular. Dari penyajian data tersebut dapat ditarik kesimpulan tentang berbagai masalah kesehatan yang ada di masyarakat.     

III. Menetapkan Prioritas Masalah      Dari sekian banyak masalah yang ada, tidak semua dapat diselesaikan, karena:1.      Antar masalah mungkin terdapat keterkaitan, yang perlu diselesaikan hanya masalah pokok.2.      Kemampuan yang dimiliki oleh organisasi selalu bersifat terbatas.Untuk itu perlu memilih prioritas masalah. Caranya dengan memakai kriteria yang dituangkan dalam bentuk matriks (Criteria Matrix Tecnique).Kriteria yang dapat dipergunakan banyak macamnya. Secara umum dapat dibedakan atas 3 macam :1.      Pentingnya MasalahMakin penting (Importancy) masalah tersebut, makin diprioritaskan penyelesaiannya. Ukuran pentingnya masalah antara lain :a.       besarnya masalah (prevalence)b.      akibat yang ditimbulkan oleh masalah (severity)c.       kenaikan besarnya masalah (rate of increase)d.      derajat keinginan masyarakat yang tidak terpenuhi (degree of unmeet need)e.       keuntungan sosial karena selesainya masalah (social benefit)f.       rasa prihatin masyarakat terhadap masalah (public concern)g.      suasana politik (political climate). 2.      Kelayakan Teknologi (Technical Feseability)         Kelayakan teknologi yang dimaksud disini adalah menunjuk pada penguasaan ilmu dan teknologi yang sesuai , namun jka indikator-indikator tersebut tidak dipunyai maka penentuan prioritas masalah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu delphi teknik, dan belbeq teknik.IV. Menyusun  Alternatif  Jalan Keluar

              Untuk menyusun alternatif jalan keluar, digunakan berpikir kreatif (creative thinking). Salah satu tekhnik berpikir kreatif diantaranya dikenal dengan teknik analogi atau populer dengan sebutan “Synectic Technique”. Jika dengan teknik berfikir kreatif masih belum dapat dihasilkan alternatif jalan keluar, dapat ditempuh langkah-langkah sbb :

1.      Menentukan berbagai penyebab masalah2.      Untuk menentukan penyebab masalah, dilakukan curah pendapat (Brain Storming) dengan membahas data yang telah dikumpulkan. Dapat digunakan alat bantu diagram hubungan sebab akibat (cause-effect diagram) atau populer pula dengan sebutan  diagram tulang ikan (fish bone diagram).

              Untuk penyebab penyakit, perlu diketahui penyebab tunggal atau multipel. Untuk menetapkan apakah sebuah organisme hidup yang spesifik menyebabkan penyakit  tertentu, maka harus memenuhi kriteria-kriteria ini (Henle & Koch), yaitu :

a.       Organisme harus ada dalam setiap kasus penyakitb.      Organisme itu harus dapat diisilasi dan ditumbuhkan didalam kultur murni.c.       Organisme itu harus menyebabkan penyakit tertentu saat diinokulasi kedalam seekor hewan yang rentan.d.      Organisme itu selanjutnya harus dapat ditemukan dari hewan tersebut dan diidentifikasi.

Kemudian ada 4 tipe faktor-faktor yang memegang peranan penting sebagai penyebab penyakit, yaitu :

a.       Faktor predisposisi, misalnya umur, jenis kelamin, dan penyakit terakhir yang diidap. Mungkin dapat saja menciptakan sebuah keadaan yang rentan terhadap sebuah penyakit.b.      Faktor yang memungkinkan, misalkan pendapatan rendah, gizi buruk, perumahan yang kumuh, dan perawatan medis yang tidak edukat mungkin saja mendorong kearah terjadinya pengembangan penyakit.c.       Faktor-faktor pencetus, misalkan papaparan terhadap agent penyakit yang spesifik atau agent beracun yang mungkin berasosiasi dengan terjadinya penyakit atau keadaan tertentu.d.      Faktor-faktor pemberat, misalkan pengulangan paparan dan kerja keras yang tidak beraturan mungkin dapat mendorong kearah terjadinya sebuah penyakit yang tertentu atau keadaan yang tertentu pula.Dapat pula terjadi interaksi antara beberapa macam penyebab yang menimbulkan efek yang tidak diharapkan, seperti pada tabel berikut ini. Tabel 2.1.Tingkat Kematian Akibat  Kanker Paru Dengan Standarisasi Berdasarkan Umur((per 100.000 populasi) Dalam Hubungan nya Dengaan Mengisap Rokok DanPaparan Kerja Akibat Debu Asbestos 

Paparan Asbestos

Riwayat Menghisap Rokok

Rerata Kematian Akibat

   

Kanker Paru per 100.000.

     

Tidak

Tidak

11

Ya

Tidak

58

Tidak

Ya

123

Ya

Ya

602

 

Sumber  : Hammond et. Al, 1979

 * Memeriksa Kebenaran Penyebab Masalah              Memeriksa kebenaran penyebab masalah dilakukan dengan uji statistik. Untuk penyebab masalah yang tidak bermakna secara statistik dihapuskan.              Untuk penyebab penyakit, dikembangkan seoerangkat “Pedoman Tentang Sebab Akibat”, seperti pada tabel berikut:

 

Tabel 2.1.

Pedoman Sebab Akibat

 

*Hubungan Temporal

*Benarkah kausa mendahului efek
*Plausibilitas *Apakah Asosiasi tersebut konsistensi
  *Dengan ilmu pengetahuan lain?
    (Mekanisme kerja, percobaan pada
    Binatang)
*Konsistensi *Mempunyai hasil-hasil seperti yang
    Pernah diperlihatkan didalam penelitian-
    Penelitian lainnya.
*Hubungan Dosis Respon *Apakah peningkatan paparan terhadap
    Kausa yang dicurigai itu berasosiasi
    Dengan peningkatan efek?
  *Bagaimana kekuatan asosiasi antara
    Kausa dengan efek? (risiko relatif)
*Reversibilitas *Apakah pengurangan kausa yang
    Dicurigai itu mengarah kepada
     Pengaruh risiko
*Rancangan Penelitian *Apakah bukti tersebut didasarkan pada
     Sebuah rancangan penelitian yang tepat?
*Menilai Bukti Yang Ada *Berapa macam bukti yang mengarah
    Kepada kesimpulan?

 *Mengubah Penyebab Masalah Kedalam Bentuk Kegiatan 

              Apakah daftar penyebab masalah telah berhasil disusun, dilanjutkan dengan mengubah daftar penyebab masalah tersebut kedalam bentuk kegiatan. Usahakan untuk satu penyebab masalah tersusun satu kegiatan penyelesaian masalah yang diperoleh dari pekerjaan ini ialah tersusunnya alternatif cara penyelesaian masalah, seperti tabel berikut ini.

 

Tabel 2.2.

Alternatif Jalan Keluar

 

MASALAH

PENYEBAB

ALTERNATIF

Tinggi Angka Kematian Bayi (AKB) Karena Tetanus 1.      Persalinana ditolong dukun bayi belum terlatih2.      Cakupan imunisasi ibu hamil terbatas3.      Pengetahuan ibu tentang tetanus rendah 1.      Kursus dukun bayi2.      Meningkatkan cakupan ibu hamil3.      Penyuluhankesehatan.

 

V. Memilih Prioritas Jalan Keluar

               Untuk memilih prioritas jalan keluar, dapat memakai teknik kriteria matriks, untuk ini ada 2 kriteria yang lazim dipergunakan,yaitu :a.      Efektivitas Jalan Keluar         Prioritas jalan keluar adalah yang nilai efektifitasnya paling tinggi. Untuk menentukan efektifitas jalan keluar, dipergunakan kriteria tambahan seperti :-          Besarnya masalah yang dapat diselesaikan (magnitude).-          Pentingnya jalan keluar (importancy)-          Sensitivitas jalan keluar (vulnerability).b.      Efisiensi Jalan Keluar         Nilai efisiensi ini biasanya dikaitkan dengan biaya (cost) yang diperlukan untuk melaksanakan jalan keluar. Makin besar biaya yang dipergunakan makin tidak efisien jalan keluar tersebut.         Untuk mengukur nilai prioritas (P) untuk setiap alternatif jalan keluar, dengan membagi hasil perkalian nilai M (Magnitude) x I (Importancy) x V (Vulnerability) dengan nilai C. Jalan keluar dengan nilai P tertinggi, adalah prioritas jalan keluar terpilih.

VI. Melakukan Uji Lapangan

              Uji lapangan ini dipandang penting karena sering ditemukan jalan keluar yang diatas kertas baik, ternyata sulit dilaksanakan. Tujuan uji lapangan yakni untuk menilai berbagai faktor penopang dan faktor penghambat yang kiranya akan ditemukakn, apabila jalan keluar tersebut dilaksanakan.

VII. Menyusun Rencana Kerja Selengkapnya

              Kemudian menyusun uraian rencana kerja dari prioritas jalan keluar secara lengkap yang terdiri dari :* Rumusan Misi   Suatu rencana yang baik harus mengandung rumusan tentang misi (mision formulation)       yang dianut oleh organisasi yang menyusun rencana, antara lain berisi tentang latar belakang, cita-cita, tujuan pokok, tugas pokok, serta ruang lingkup kegiatan organisasi.  * Rumusan Masalah   Suatu rencana yang baik harus mengandung tentang masalah (problem statement) yang ingin diselesaikan. Rumusan masalah tersebut harus memenuhi syarat :a.       Harus mempunyai tolak ukur, yaitu tentang apa masalahnya, siapa yang terkena masalah, serta berapa besar masalahnya.b.      Bersifat netral, yaitu tidak mengandung uraian yang dapat diartikan sebagai menyalahkan orang lain.* Rumusan Tujuan Umum Dan Tujuan Khusus.a.       Tujuan UmumSyarat tujuan umum :-          Jelas keterkaitannya dengan misi organisasi-          Jelas keterkaitanya dengan masalah yang ingin diatasi-          Menggambarkan keadaan yang ingin dicapai.b.      Tujuan KhususTujuan khusus adalah keadaan (hasil atau outcome) akhir yang diinginkan yang hendak dicapai dalam jangka waktu tertentu.Tujuan khusus mempunyai ciri-ciri tambahan seperti :-          Menantang-          Dapat diraih-          Sejauh mungkin dapat diukur-          Harus konsisten dengan tujuan umum dari organisasi* Rumusan Kegiatan    Kegiatan yang dimaksud  disini adalah disatu pihak dapat mengatasi masalah dan dipihak lain dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jenis kegiatan ada 2, yaitu :1.      Kegiatan pokok2.      Kegiatan tambahan.* Asumsi Perencanaan   Asumsi perencanaan ada dua, yaitu :a.       Asumsi perencanaan yang bersifat positif, yaitu uraian tentang berbagai faktor penunjang yang diperkirakan ada dan yang berperan dalam mempelancar pelaksanaan rencana, seperti tingginya kemampuan masyarakat membiayai pelayanan kesehatan.b.      Asumsi perencanaan yang bersifat negatif, yaitu kebalikan dari point diatas, seperti tingkat pendidikan penduduk yang rendah.* Strategi Pendekatan   Secara umum,strategi pendekatan ada 2, yaitu :a.       Pendekatan institusib.      Pendekatan komunikasi* Kelompok Sasaran       Kelompok sasaran (target group), yaitu kepada siapa program tersebut ditujukan, secara   umum dibagi atas 2 , yaitu :a.       Kelompok sasaran langsung yaitu anggota masyarakat yang memanfaatkan langsung program kesehatan.b.      Kelompok sasaran   tidak langsung, yaitu kelompok sasaran antara* Waktu    Ada 2 faktor yang mempengaruhi penetapan jangka waktu pelaksanaan program, yaitu :a.       Kemampuan organisasi dalam mencapai target.b.      Strategi pendekatan yang akan diterapkan. * Organisasi Dan Tenaga Pelaksana     Suatu rencana harus mencantumkan  uraian tentang organisasi serta tenaga pelaksana yang akan menyelenggarakan rencana, serta tugas dan wewenangnya masing-masing.* Biaya   Suatu rencana harus mencantumkan jumlah biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana.* Metode Penilaian dan Kriteria Keberhasilan   Kriteria keberhasilan dikelompokkan kedalam 3 macam, yaitu :a.       Kriteria keberhasilan unsur masukkanb.      Kriteria keberhasilan unsur prosesc.       Kriteria keberhasilan unsur keluaran. VIII.       Selanjutnya dilakukan penilaian, untuk melihat apakah tujuan tercapai atau  Tidak.IX.             Secara keseluruhan melaksanakan program sesuai dengan rencana yang telah disusun.Secara keseluruhan siklus perencanaan tersebut dapat dilihat pada bagan berikut :

MENETAPKAN

PRIORITAS MASALAH

MASALAH-MASALAH


MENYUSUN RENCANA

KERJA

MELAKSANAKAN RENCANA

KERJA

UJI LAPANGAN 

MEMILIH PRIORITAS

JALAN KELUAR

MENYUSUN ALTERNATIF JALAN KELUAR

             

PENGUMPULAN DATA

PENILAIAN


                                              Program : 1. Penyusunan  data dan penetapan prioritas  masalah kesehatan ibu  dan anak (AKI & AKB),  (Tahun I).2. Uji coba lapangan  untuk   peningkatan  mutu kesehatan  ibu dan anak. (dua kabupaten) (Tahun II)3. Implementasi program  peningkatan kesehatan ibu dan anak, (Tahun III)4. Evaluasi program peningkatan kesehatan ibu dan anak     File planningepid\bab2

Make a Comment

Make a Comment: ( 1 so far )

You must be logged in to post a comment.

One Response to “”

RSS Feed for "New Paradigm for Public Health" Comments RSS Feed


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...