Kontrol Kualitas Penelitian; quality control research

Posted on May 16, 2007. Filed under: artikel ilmiah |

F.      Kontrol Kualitas1.    Standarisasi  petugas Lapangan. Standarisasi  petugas dilaksanakan dengan  melaksanakan  pelatihan kepada  tenaga pewawancara untuk mendapatkan  pemahaman yang sama dengan  gold standar (peneliti). Untuk tenaga laboran, peneliti  menggunakan tenaga dari RSB Fatimah yang sudah terlatih sebanyak 2 orang dengan latar belakang  akademik analis kesehatan, dalam proses pengumpulan sampel, alat yang digunakan sama. Satu tenaga laboran dari Laboratorium Biomedik FK Unhas.2.           Standarisasi  metode dan alat ukur. Standarisasi alat ukur, dilaksanakan dengan  meng adjust pada  posisi normal sebelum  digunakan. Untuk kuesioner, standarisasi  dilaksanakan dengan  melaksanakan uji coba kuesioner sebelum dilaksanakan penelitian, proses  uji coba kuesioner berlangsung  selama  tiga bulan ( Mei – Juli 2005).  Tenaga  pewawancara  terdiri dari 3 orang yang  berkualifikasi  Sarjana Kesehatan Masyarakat, yang juga  bekerja di Bagian persalinan Rumah Sakit Sittih Fatimah.3.         Pengawasan ReliabilitasReliabilitas adalah  keajekan  dari suatu pengukuran  kepengukuran lainnya. Karena  menilai keajekan  dari suatu pengukuran  ke pengukuran lainnya,  maka reliabilitas   disebut   juga konsistensi. Reliabilitas  meliputi  dua aspek (Kothari, 1985): (1) Stabilitas  dan (2) Kesamaan. Stabilitas   adalah konsistensi  hasil  satu pengukuran  ke pengukuran   oleh seorang pengamat, terhadap    subyek  penelitian yang sama  dan dengan instrumen yang sama (konsistensi intra pengamat). Kesamaan  (equivalence)  adalah  konsistensi antara hasil  pengukuran  seorang pengamat dan hasil pengukuran  oleh pengamat lainnya, terhadap   subyek  penelitian    yang sama   dan dengan instrumen   yang sama, biasa disebut konsistensi antar pengamat. Menilai realibilitas, keajekan  antara  satu  pengukuran dan pengukuran lainnya diukur  dengan ukuran  yang disebut  koefisien  relibilitas. Keajekan  pengukuran  dites  melalui  uji coba (pilot study),  dilakukan pada  populasi  studi beberapa  waktu  sebelum  penelitian  yang sesungguhnya, tetapi  dapat  juga  dilakukan  pada sampel  lainnya yang mempunyai  karakteristik sama dengan populasi  studi. Pada penilaian    validitas   kriteria,  koefisien reliabilitas   pada dasarnya   mengukur   kekuatan hubungan, dan  ukuran  kekuatan hubungan  itu mempunyai  batas  maksimum dan  minimum yang jelas. Ukuran kekuatan hubungan yang dipilih   tergantung pada  skala variabel yang dipilih. Jika variabel yang diukur skala kontinu, maka digunakan   koefisien  korelasi Person.  Dalam riset epidemiologi,  variabel yang menjadi  perhatian  penelitian sering  kali  diukur  dalam skala dikotomi. Maka  ukuran  reliabilitas  yang dipakai  dalam  hal ini  adalah  koefisien  kesepakatan kappa (K) Cohen.Koefisien  kesepakatan  kappa mempunyai  nilai maksimum = 1 (kesepakatan sempurna), dan nilai minimum  = 0 ( tak ada kesepakatan sama sekali). Tabel 2 x 2 berikut  untuk menghitung  koefisien  kesepakatan  Cohen.   Karena tujuan  untuk menilai  konsistensi, maka perhatian  dipusatkan pada  sel a dan sel d  yang menunjukkan  hasil-hasil yang konsisten.  Sel a dan sel  d disebut  sel-sel  konkordan. Maka,  yang disebut  koefisien  Kappa Cohen adalah rasio  antara  proporsi  kesepakatan  (setelah  memperhitungkan  kesepakatan karena peluang) dan proporsi kesepakatan  maksimum (setelah memperhitungkan  kepakatan  karena peluang). Rumus koefisien  kesepakatan kappa (K) Cohen ( Cohen, 1960; Fleiss, 1971 dalam  Murti, B, 1997) sebagai berikut :K  = po – pe         1 – pe        dengan :  po = O11 + O22               NDengan :O11 ialah frekuensi teramati sel 11 (= sel a)O22 ialah frekuensi  teramati  sel 22 ( sel d)N  ialah  jumlah  semua pengukuranProporsi kesepakatan  harapan  ialah :Pe = E11 + E 22               NDengan  :E11 ialah frekuensi  harapan  (karena  peluang semata) sel 11    sel a)E22 ialah  frekuensi  harapan  (karena peluang semata) sel 22 (=sel  d) E 11 = (a + b) ( a + c)                     N 

E 22 = ( c + d ) ( b + d)                        N Tabel 11 Tabel 2 x 2  untuk menghitung  koefisien  kesepakatan  K Cohen.Klasifikasi variabel(pengukuran  kedua)

Klasifikasi variabel (pengukuran pertama)

Ya Tidak
Ya a b
Tidak c d

 Jika terdapat  kesepakatan  sempurna, maka O 11 + O 22 = N, sehingga po = 1, dan K = 1. Sebaliknya, jika  tidak  terdapat kesepakatan sama sekali, maka  O11 + O22=0, sehingga po=0, dan K=0. Jadi  koefisien  kesepakatan  kappa berkisar  dari 0 sampai 1.  Untuk  membuat  interpretasi koefisien  kesepakatan  kappa Cohen,  digunakan  petunjuk Landis dan Koch ( 1977) dalam  Murti, B,  1996. yaitu :K  =      > 0.75          menunjukkan kesepakatan sangat baikK  = 0.4 -  0.75         menunjukkan  kesepakatan  cukup baikK  =    0 -  0.3          menunjukkan  kesepakatan  lemah.

Make a Comment

Make a Comment: ( 2 so far )

You must be logged in to post a comment.

2 Responses to “Kontrol Kualitas Penelitian; quality control research”

RSS Feed for "New Paradigm for Public Health" Comments RSS Feed

Untuk saudara Zahlul, yang berminat untuk materi ini, dapat anda akses di web ini.
(ridwan)

Kesepakatan yang ditunjukkan, jika nilai kesepakatannya 0,35 ikut mana? Mohon diperiksa kembali.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...